Usaha Menjadi Distributor Bebek

Tips Cara Menjadi Distributor Bebek

Dalam artikel kali ini saya ingin mengajak pembaca untuk melirik salah satu usaha yg mudah2an menjadi solusi bagi anda untuk mencari nafkah, sukur2 jika anda serius menjalaninya, usaha ini menjadi usaha andalan anda dan anda dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Usaha yg saya maksud adalah usaha menjadi supplier bebek.

Mengapa harus menjadi supplier bebek?

Saya ingin bertanya kpd anda, berapa kali dalam satu minggu anda makan bebek? Jika jawaban anda minimal 1 kali saja anda makan ayam dalam seminggu, berarti peluang usaha menjual bebek perlu anda pertimbangkan. Selain itu saat ini banyak sekali restoran2 baru yang menyediakan menu masakan bebek, ini menjadi bukti bahwa usaha ini cukup menjanjikan.

Baiklah sekarang kasih tau caranya!!

Untuk menjadi supplier bebek, tidaklah sulit, krn yang sulit itu sebenarnya pikiran kita yg selalu menyulitkan diri hehe.

Ok, ini adalah langkah sederhana untuk menjadi supplier bebek, gak pake lama, dan gak butuh persyaratan formal, syaratnya cuma satu, ada kemauan hehe.

Inilah poin2nya.

  • Cari sebanyak2nya pengumpul bebek, dalam hal ini peternakan bebek
  • Cari sebanyak2nya restoran yg menyediakan menu masakan ayam
  • Hubungi purchising restoran, nego harga
  • Hubungi pengumpul bebek, tawar harga
  • Cari modal, gunakan uang orang lain
  • Gunakan sarana yang ada untuk mengantar pesanan
  • Buatlah surat penawaran harga, dan sebarkan ke restoran2

Urutannya terserah anda, mau yg mana dulu, yang penting actionkan sekarang juga!!

 

Tips Menjadi Supplier/ Distributor

Mencari harga grosir yang termurah merupakan idaman bagi para pelaku bisnis.

Diperlukan sedikit waktu untuk melakukan hal ini, sehingga harga jual produk yang kita pasarkan dapat bersaing.

Disini saya hanya membatasi pembelian grosir dengan sistem cash, karena biasanya dengan sistem ini kita bisa memperoleh harga yang murah dibandingkan dengan sistem kredit. Walaupun tidak menutup kemungkinan jika kita punya hubungan baik dengan perusahaan itu, kita juga bisa mendapat harga yang murah.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :

  • Besaran Discount
  • Berat Produk
  • Biaya Transport
  • Harga Pokok Pembelian

Besaran Discount.

Hal pertama yang biasanya menjadi daya tarik bagi calon pembeli adalah besaran discount yang ditawarkan. Tidak salah memang, tapi kita perlu cek terlebih dahulu apakah harga jual yang ditawarkan sudah dinaikkan terlebih dahulu atau tidak ? apakah kita sudah memperhitungkan dengan ongkos kirim dari daerah tersebut ?

Banyak sekali calon agen yang terjebak dengan hal ini, mudah-mudahan anda tidak termasuk dalam kelompok ini.

Berat Produk

Hal ini perlu kita ketahui untuk menentukan perusahaan ekspedisi mana yang akan kita gunakan, apakah perlu melalui udara atau cukup melalui laut. Dengan pertimbangan berat keseluruhan produk yang akan kita pesan.

Biaya Transport

Saya menjumpai beberapa agen kurang memberikan perhatian terhadap hal yang satu ini, padahal jika kita bisa menekan biaya transport maka daya saing jual produk kita akan semakin baik. Bagi anda yang biasa melakukan pengiriman dalam jumlah besar sebaiknya menggunakan jasa perusahaan yang menerapkan sistem perhitungan coli. Jika jumlahnya tidak terlalu besar, kita bisa pertimbangkan menggunakan jasa perusahaan yang menggunakan sistem perhitungan coli atau perhitungan /kg dengan berat minimal.

Sebaiknya menghindari menggunakan jasa perusahaan yang hanya menggunakan tarif perhitungan berat (kg) murni, walaupun sudah terkenal namanya.

Harga Pokok Pembelian

Setelah poin 1 dan 2 sudah kita lalui, mulailah menghitung Harga Pokok Pembelian produk yang akan anda beli.

Harga Pokok Pembelian = Harga (netto) produk + Biaya Transport

Contoh perhitungan :

Perusahaan ABC yang berkedudukan di kota J menawarkan produk grosir :

100 pcs sabun dengan harga satuan Rp. 1.000,-

Berat 1 pcs sabun = 100 gr

Discount 30%

Biaya kirim Rp. 15.000/kg

Invoice dari perusahaan ABC :

[(100 x Rp. 1.000) – disc 30%] = Rp. 70.000,-

By transport :

100 gr x 100 pcs = 10 kg

10 kg x Rp. 15.000 = Rp. 150.000,-

Harga Pokok Pembelian :

Rp 70.000 + Rp. 150.000,- = Rp. 225.000,-

Harga Pokok Pembelian per satuan :

Rp. 225.000 / 100 = Rp. 2.250

Perusahaan XYZ yang berkedudukan di kota S menawarkan produk grosir :

100 pcs sabun dengan harga satuan Rp. 1.000,-

Berat 1 pcs sabun = 100 gr

Discount 20%

Biaya kirim Rp. 100.000/coli

Invoice dari perusahaan XYZ :

[(100 x Rp. 1.000) – disc 20%] = Rp. 80.000,-

By transport :

Rp. 100.000,-

Harga Pokok Pembelian :

Rp 80.000 + Rp. 100.000,- = Rp. 180.000,-

Harga Pokok Pembelian per satuan :

Rp. 180.000 / 100 = Rp. 1.800

Jadi untuk keputusan pembelian grosir lebih disarankan memilih mengambil dari kota S. Meskipun discount yang ditawarkan hanya 20%, tapi dengan biaya transport yang ringan akan ikut menekan harga perolehan sabun.

Kecuali jika perusahaan ABC di kota J bisa memberikan alternatif tarif pengiriman yang lebih rendah atau minimal sama dengan perusahaan XYZ, maka lebih baik melakukan pembelian grosir di kota J.

Sebaiknya kita tidak menaikkan harga jual produk di atas harga resmi yang telah ditetapkan produsen, untuk itu pemilihan lokasi pengambilan produk grosir akan sangat menentukan daya saing penjualan kita.

.

Diposkan oleh GROSIR SURABAYA

Tags

http://bisniswork.com

Iklan

One response to “Usaha Menjadi Distributor Bebek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s