Pengolahan Kakao

Pengolahan Kakao
Ringkasan Proses Transformasi biji kakao menjadi coklat

Langkah 1. Biji kakao dibersihkan untuk menghilangkan semua bahan asing.

Langkah 2. Untuk membawa keluar rasa coklat dan warna biji dipanggang. Suhu, waktu dan tingkat kelembaban yang terlibat dalam memanggang tergantung pada jenis biji digunakan dan jenis cokelat atau produk yang diperlukan dari proses.

Langkah 3. Sebuah mesin penampi digunakan untuk menghapus kerang dari kacang untuk meninggalkan hanya biji kakao.

Langkah 4. Para biji kakao mengalami alkalisation, biasanya dengan kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa dan warna.

Langkah 5. Para biji tersebut kemudian digiling untuk membuat cocoa liquor (cocoa partikel tersuspensi dalam cocoa butter). Suhu dan tingkat penggilingan bervariasi sesuai dengan jenis pena yang digunakan dan produk yang dibutuhkan.

Langkah 6. Produsen umumnya menggunakan lebih dari satu jenis kacang dalam produk mereka dan oleh karena itu kacang yang berbeda harus dicampur bersama-sama dengan formula yang dibutuhkan.

Langkah 7. Para cocoa liquor ditekan untuk mengekstrak cocoa butter meninggalkan suatu massa padat yang disebut kakao kue gepeng. Jumlah mentega diambil dari minuman keras dikendalikan oleh produsen untuk memproduksi kue gepeng dengan proporsi yang berbeda dari lemak.

Langkah 8. Pengolahan sekarang mengambil dua arah yang berbeda. Mentega kakao digunakan dalam pembuatan cokelat. Para kue gepeng kakao dipecah menjadi potongan-potongan kecil untuk membentuk kue gepeng yang kemudian dipecah dilumatkan untuk bentuk bubuk kakao.

Langkah 9. Kakao minuman keras digunakan untuk memproduksi coklat melalui penambahan cocoa butter. Bahan-bahan lain seperti gula, susu, pengemulsi agen dan setara cocoa butter juga ditambahkan dan dicampur. Proporsi bahan yang berbeda tergantung pada jenis cokelat yang dibuat.

Langkah 10. Campuran kemudian mengalami proses pemurnian dengan perjalanan melalui serangkaian rol sampai pasta yang halus terbentuk. Refining meningkatkan tekstur coklat.

Langkah 11. Proses berikutnya, conching, mengembangkan lebih lanjut rasa dan tekstur. Conching adalah proses menguleni atau smoothing. Kecepatan, durasi dan suhu menguleni mempengaruhi rasa. Sebuah alternatif untuk conching adalah proses pengemulsi menggunakan mesin yang bekerja seperti pengocok telur.

Langkah 12. Campuran tersebut kemudian marah atau melewati pemanasan, pendinginan dan memanaskan kembali proses. Hal ini mencegah perubahan warna dan mekar lemak dalam produk tersebut dengan mencegah formasi kristal tertentu cocoa butter berkembang.

Langkah 13. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cetakan atau digunakan untuk pengisi enrobing dan didinginkan dalam ruang pendingin.

Langkah 14. Coklat tersebut kemudian dikemas untuk distribusi ke outlet ritel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s