gambar-bebek

Usaha Menjadi Distributor Bebek

Tips Cara Menjadi Distributor Bebek

Dalam artikel kali ini saya ingin mengajak pembaca untuk melirik salah satu usaha yg mudah2an menjadi solusi bagi anda untuk mencari nafkah, sukur2 jika anda serius menjalaninya, usaha ini menjadi usaha andalan anda dan anda dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Usaha yg saya maksud adalah usaha menjadi supplier bebek.

Mengapa harus menjadi supplier bebek?

Saya ingin bertanya kpd anda, berapa kali dalam satu minggu anda makan bebek? Jika jawaban anda minimal 1 kali saja anda makan ayam dalam seminggu, berarti peluang usaha menjual bebek perlu anda pertimbangkan. Selain itu saat ini banyak sekali restoran2 baru yang menyediakan menu masakan bebek, ini menjadi bukti bahwa usaha ini cukup menjanjikan.

Baiklah sekarang kasih tau caranya!!

Untuk menjadi supplier bebek, tidaklah sulit, krn yang sulit itu sebenarnya pikiran kita yg selalu menyulitkan diri hehe.

Ok, ini adalah langkah sederhana untuk menjadi supplier bebek, gak pake lama, dan gak butuh persyaratan formal, syaratnya cuma satu, ada kemauan hehe.

Inilah poin2nya.

  • Cari sebanyak2nya pengumpul bebek, dalam hal ini peternakan bebek
  • Cari sebanyak2nya restoran yg menyediakan menu masakan ayam
  • Hubungi purchising restoran, nego harga
  • Hubungi pengumpul bebek, tawar harga
  • Cari modal, gunakan uang orang lain
  • Gunakan sarana yang ada untuk mengantar pesanan
  • Buatlah surat penawaran harga, dan sebarkan ke restoran2

Urutannya terserah anda, mau yg mana dulu, yang penting actionkan sekarang juga!!

 

Tips Menjadi Supplier/ Distributor

Mencari harga grosir yang termurah merupakan idaman bagi para pelaku bisnis.

Diperlukan sedikit waktu untuk melakukan hal ini, sehingga harga jual produk yang kita pasarkan dapat bersaing.

Disini saya hanya membatasi pembelian grosir dengan sistem cash, karena biasanya dengan sistem ini kita bisa memperoleh harga yang murah dibandingkan dengan sistem kredit. Walaupun tidak menutup kemungkinan jika kita punya hubungan baik dengan perusahaan itu, kita juga bisa mendapat harga yang murah.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :

  • Besaran Discount
  • Berat Produk
  • Biaya Transport
  • Harga Pokok Pembelian

Besaran Discount.

Hal pertama yang biasanya menjadi daya tarik bagi calon pembeli adalah besaran discount yang ditawarkan. Tidak salah memang, tapi kita perlu cek terlebih dahulu apakah harga jual yang ditawarkan sudah dinaikkan terlebih dahulu atau tidak ? apakah kita sudah memperhitungkan dengan ongkos kirim dari daerah tersebut ?

Banyak sekali calon agen yang terjebak dengan hal ini, mudah-mudahan anda tidak termasuk dalam kelompok ini.

Berat Produk

Hal ini perlu kita ketahui untuk menentukan perusahaan ekspedisi mana yang akan kita gunakan, apakah perlu melalui udara atau cukup melalui laut. Dengan pertimbangan berat keseluruhan produk yang akan kita pesan.

Biaya Transport

Saya menjumpai beberapa agen kurang memberikan perhatian terhadap hal yang satu ini, padahal jika kita bisa menekan biaya transport maka daya saing jual produk kita akan semakin baik. Bagi anda yang biasa melakukan pengiriman dalam jumlah besar sebaiknya menggunakan jasa perusahaan yang menerapkan sistem perhitungan coli. Jika jumlahnya tidak terlalu besar, kita bisa pertimbangkan menggunakan jasa perusahaan yang menggunakan sistem perhitungan coli atau perhitungan /kg dengan berat minimal.

Sebaiknya menghindari menggunakan jasa perusahaan yang hanya menggunakan tarif perhitungan berat (kg) murni, walaupun sudah terkenal namanya.

Harga Pokok Pembelian

Setelah poin 1 dan 2 sudah kita lalui, mulailah menghitung Harga Pokok Pembelian produk yang akan anda beli.

Harga Pokok Pembelian = Harga (netto) produk + Biaya Transport

Contoh perhitungan :

Perusahaan ABC yang berkedudukan di kota J menawarkan produk grosir :

100 pcs sabun dengan harga satuan Rp. 1.000,-

Berat 1 pcs sabun = 100 gr

Discount 30%

Biaya kirim Rp. 15.000/kg

Invoice dari perusahaan ABC :

[(100 x Rp. 1.000) – disc 30%] = Rp. 70.000,-

By transport :

100 gr x 100 pcs = 10 kg

10 kg x Rp. 15.000 = Rp. 150.000,-

Harga Pokok Pembelian :

Rp 70.000 + Rp. 150.000,- = Rp. 225.000,-

Harga Pokok Pembelian per satuan :

Rp. 225.000 / 100 = Rp. 2.250

Perusahaan XYZ yang berkedudukan di kota S menawarkan produk grosir :

100 pcs sabun dengan harga satuan Rp. 1.000,-

Berat 1 pcs sabun = 100 gr

Discount 20%

Biaya kirim Rp. 100.000/coli

Invoice dari perusahaan XYZ :

[(100 x Rp. 1.000) – disc 20%] = Rp. 80.000,-

By transport :

Rp. 100.000,-

Harga Pokok Pembelian :

Rp 80.000 + Rp. 100.000,- = Rp. 180.000,-

Harga Pokok Pembelian per satuan :

Rp. 180.000 / 100 = Rp. 1.800

Jadi untuk keputusan pembelian grosir lebih disarankan memilih mengambil dari kota S. Meskipun discount yang ditawarkan hanya 20%, tapi dengan biaya transport yang ringan akan ikut menekan harga perolehan sabun.

Kecuali jika perusahaan ABC di kota J bisa memberikan alternatif tarif pengiriman yang lebih rendah atau minimal sama dengan perusahaan XYZ, maka lebih baik melakukan pembelian grosir di kota J.

Sebaiknya kita tidak menaikkan harga jual produk di atas harga resmi yang telah ditetapkan produsen, untuk itu pemilihan lokasi pengambilan produk grosir akan sangat menentukan daya saing penjualan kita.

.

Diposkan oleh GROSIR SURABAYA

Tags

http://bisniswork.com

2390853_basmalah77x54

Cara Membuat Kerajinan Kaligrafi Kuningan

USAHA MEMBUAT KALIGRAFI KUNINGAN

;

Cara Membuat Kerajinan Kaligrafi Kuningan

Cara membuat kaligrafi kuningan di adalah sebagai berikut :

  • Tahap pertama dalam membuat kaligrafi kuningan adalah pemilihan bahan, Sebelum membuat kaligrafi kuningan , biasanya kami memilih bahan kuningan yang campuran timahnya paling rendah sehingga mudah untuk di gores.
  • Tahap yang kedua dalam membuat kaligrafi kuningan adalah pembuatan desain, membuat kaligrafi kuningan didesain dengan menggunakan coreldraw atau dengan cara manual (langsung dengan alat tulis)
  • Tahap yang ketiga dalam membuat kaligrafi kuningan adalah menduplikatkan desain, setelah desain jadi kita duplikatkan keukuran yang kita inginkan.
  • Setelah proses penduplikatan selesai dan kita mendapatkan hasil yang kita inginkan barulah kita melangkah ke proses selanjutnya yaitu yang di sebut penggoresan.
  • Tahap yang keempat dalam membuat kaligrafi kuningan adalah penggoresan, sebelum kita mulai menggores plat kuningan yang akan kita buat kaligrafi kita siapkan terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan untuk menggores yaitu pena atau pensil, lankah selanjutnya kita letakkan plat kuningan diatas meja, tapi jangan lupa untuk meletakkan spon atau karet lembaran di atas meja supaya plat mudah digores dan tidak rusak. Setelah siap letakkan duplikat desain yang telah kita buat tadi diatas plat kuningan. Proses selanjutnya mulailah menggoreskan pena atau pensil mengikuti desain yang telah kita buat tadi. Setelah selesai untuk menambahkan kesan timbul pada tulisan kita buat garis pada plat bagian belakang sesuai kreasi kita. Setelah semua selesai melangkah ke tahap selanjutnya yaitu proses yang disebut nitiki (membuat titik) ini dimaksudkan supaya tulisan lebih mendapat kesan timbul.
  • Tahap yang kelima dalam membuat kaligrafi kuningan adalah nitiki sebelum kita mulai nitiki kita tempelkan dahulu plat kuningan yang telah kita gores tadi keatas media kayu (triplex) dengan menggunakan lem, setelah itu mulailah proses membuat titik satu persatu sampai semua bagian kosong terisi kecuali goresan yang telah kita buat.Setelah semua selesai tahap selanjutnya yaitu finishing
  • Tahap yang keenam membuat kaligrafi kuningan yaitu finishing untuk tahap awal finishing yaitu memberikan cairan pembersih pada plat yang telah kita buat tadi dan setelah itu memberikan cairan pengkilap pada plat kuningan. (ingat gunakan bahan yang lunak supaya media yang telah kita buat tadi tidak rusak)
  • Tahap terakhir dalam membuat kaligrafi kuningan adalah meletakkan pada figura

Demikianlah pelajaran kita hari ini semoga bermanfaat dan anda bisa membuat kaligrafi sendiri dari kuningan.

 

Tags

Apa yang anda butuhkan:

  1. Kuningan
  2. Coreldraw/ Alat tulis biasa
  3. Meja
  4. Spon
  5. Karet lembran
  6. Pena/ pensil
  7. Triplek
  8. Lem
  9. Cairan pembersih plat
tumblr_m54dt6gEqp1r70hhqo1_1280

Order dan Pesanan Kerajinan Kayu

Order Dan Pesanan untuk pengusaha kerajinan kayu

Pesan cetakan kue yang terbuat dari kayu, dengan design tertentu

https://usahamart.wordpress.com/2011/12/31/kerajinan-fretwork/

Barangkali membutuhkan bahan baku triplek

kami siap melayani :
Triplek lokal faceback meranti ukuran 920 mm x 1830 mm :
9 mm harga Rp. 50.000
12 mm harga Rp.55.000
15 mm harga Rp. 65.000
18 mm harga Rp. 75.000
harga bisa nego jika permintaan banyak, jika ada stok langsung kirim, ongkos kirim ditanggung pembeli……hub : zaini

 

Saya ingin Order kerajinan kayu hias sesuai keinginan

https://usahamart.wordpress.com/2011/11/21/kerajinan-kayu-hias-kombinasi-atau-intarsia/

Bila berminat

usahamart@yahoo.co.id

03

Usaha Membuat Album Magazine

Usaha Membuat Album Magazine

     
 

 

Anda ingin jadi pengusaha jasa pembuatan album magazine. Banyak sekali teman-teman yang bertanya mengenai berapa rincian biaya untuk membuat album magazine?, sebetulnya besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat Album magazine tergantung dari kualitas bahan yang akan digunakan.

Album Capucino atau umumnya dikenal dengan Album magazine yang kami tahu memiliki beberapa variasi ukuran standar yaitu 20cmx30cm, 30cmx30cm dan 30cmx40cm, namun beberapa konsumen ada juga yang meminta ukuran yang tidak lazim sesuai dengan yang mereka inginkan.

Ukuran yang disebutkan diatas adalah ukuran untuk tiap halaman (sheet), biasanya per album memiliki 20 sheet sampai 30 sheet.

Kalau Sobat tertarik untuk membuat album magazine, ada baiknya sobat menyiapkan dana yang cukup besar karena untuk membuat album magazine ini cukup mahal.

Contoh rincian album magazine:

Misalkan Sobat akan membuat album magazine dengan ukuran 20×30 sebanyak 20 sheet:

–          Cetak digital ukuran 30×40 @Rp. 20.000 x 10sheet = Rp.200.000

–          Cetak digital 40×50 (cover) @Rp. 40.000 x 1 lembar=Rp. 40.000

–          Laminating Cool (laminasi) @Rp. 7000 x 10sheet = Rp.70.000

–          Pembuatan Album = Rp 250.000

–          Total = Rp.577.000

Kenapa ukuran cetak digitalnya tidak 20x30cm tetapi 30x40cm?

Ketika Sobat pertama kali membuat layout untuk mendesain foto untuk album magazine ukuran 20x30cm, maka sobat harus membuat layout ukuran 30×40 cm yang mana nantinya ukuran ini untuk dua sheet ukuran 20x30cm, lihat gambar:

 Layout desain untuk ukuran 20×30, perhatikan garis biru, itu saya gunakan untuk membantu menandai garis tengah dan garis aman pada sisi-sisi layout

 Wedding Of Faridz & Yayu, Maret 2011

Sampel desain bagaimana jadinya sebuah desain foto untuk ukuran 20×30 (Wedding Of Yayu & Faridz, Maret 2011)

Desainlah terlebih dahulu foto-foto sobat pada layout tersebut, lalu cetak dan laminasi setelah itu buatkan album (Sobat bisa mencari tukang album yang khusus membuat album capucino/magazine di daerah Sobat).

Tapi kalau Sobat tidak ingin capek sana-sini, Sobat boleh menggunakan jasa kami untuk membuat album magazine dari mulai tahap pencetakan hingga pengalbuman (finishing).

Hp:08819056999
         
madu-asli-banyuwangi

Membuat Madu

Usaha Madu

Cara Membuat Madu

Madu adalah zat manis manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari nektar bunga dan digunakan oleh manusia sebagai pemanis dan menyebar. Madu terdiri dari 17-20% air, glukosa 76-80%, dan fruktosa, serbuk sari, lilin, dan garam mineral. Komposisi dan warna tergantung pada jenis bunga yang memasok nektar. Sebagai contoh, alfalfa semanggi dan menghasilkan madu putih, heather sebuah coklat kemerahan, lavender sebuah rona kuning, dan akasia dan sainfoin warna jerami.
Latar belakang

Sayang, emas dan manis, selalu diadakan dalam hal tinggi. Alkitab menyebut surga sebagai “Tanah Susu dan Madu.” Pada zaman kuno, madu dianggap sebagai makanan para dewa dan simbol kekayaan dan kebahagiaan. Itu digunakan sebagai bentuk rezeki dan ditawarkan dalam pengorbanan. Pada Abad Pertengahan, madu merupakan dasar untuk produksi mead, minuman beralkohol. Karena sifat antiseptik, dokter menemukan penutup yang sempurna untuk luka sebelum munculnya perban. Bahkan Napoleon terpesona olehnya, memilih lebah madu untuk lambang pribadinya.

Peternakan lebah adalah salah satu bentuk tertua dari peternakan. Peternak lebah Awal mendorong pendirian koloni lebah dalam silinder dari kulit kayu, buluh, jerami, dan lumpur. Namun, ketika sarang lebah itu dihapus dari silinder, koloni hancur.

Lebah madu dibawa ke Amerika Utara pada pertengahan 1600-an. Meskipun ada lebah di benua itu, mereka tidak lebah madu. Pemukim awal mencatat kegemaran lebah ‘untuk log berongga. Mereka mengembangkan “permen lebah,” dengan menempatkan tongkat melintang selama pembukaan log untuk mendukung sarang. Hal ini tidak hanya memungkinkan untuk sisir untuk dihapus dari salah satu ujung, tetapi juga menyimpan utuh sisir sehingga koloni bisa menggunakannya lagi.

Di Eropa, peternak lebah bekerja menuju tujuan yang sama, mengembangkan sebuah alat yang disebut sebuah Skep. Pada dasarnya keranjang ditempatkan terbalik atas sarang lebah. Para sarang penuh telah dihapus dari bawah. Sebuah inovasi lebih lanjut disebut untuk memotong sebuah lubang di bagian atas sarang dan menempatkan jerami atau kotak kayu di atas lubang. Kotak itu akhirnya akan mengisi dengan madu juga. Ini kemudian bisa dihapus tanpa merusak sisir.

Pada pertengahan abad kesembilan belas, seorang Amerika bernama Musa Quimby diperbaiki sistem peternakan lebah oleh layering sejumlah kotak atas ruang utama. Tapi itu Langstroth Pendeta yang bertanggung jawab untuk menciptakan dasar untuk metode yang saat ini digunakan. Sarang bingkai bergerak Langstroth yang diizinkan untuk ekstraksi mudah dan reintegrasi dari sisir. Ini terdiri dari dasar, tubuh sarang dilengkapi dengan frame yang berisi ruang induk, satu atau lebih bagian yang dapat dilepas (disebut supers) yang juga dilengkapi dengan frame untuk penyimpanan madu. Seluruh sistem dilindungi dengan penutup tahan air.

Jenis lain yang populer adalah sarang sarang daun. Ini adalah kotak kayu dibagi melalui kotak logam satu kamar ke kamar (madu) atas dan ruang (induk) yang lebih rendah. Tepat di atas lantai dan di atas grid adalah rak bar logam horisontal. Frame yang memegang slide sarang terus berpegang pada rak.
Bahan Baku

Sebuah koloni lebah rata menghasilkan 60-100 lb (27,2-45,4 kg) madu setiap tahun. Koloni dibagi oleh organisasi tiga tingkat tenaga kerja: 50,000-70,000 pekerja, satu ratu, dan 2.000 pesawat. Lebah pekerja hanya hidup selama tiga sampai enam minggu, masing-masing mengumpulkan sekitar satu sendok teh madu. Satu pon (0,454 kg) madu memerlukan 4 lb (1,8 kg) dari nektar, yang membutuhkan dua juta bunga untuk mengumpulkan.

Ketika lebah pekerja sekitar 20 hari, mereka meninggalkan sarang untuk mengumpulkan nektar, sekresi manis yang dihasilkan oleh kelenjar bunga. Lebah itu menembus kelopak bunga dan mengisap nektar dengan lidahnya dan deposito nektar ke kantung madu atau perut. Sebagai perjalanan nektar melalui tubuh lebah, air ditarik keluar dan masuk ke usus lebah. Sistem kelenjar lebah memancarkan enzim yang memperkaya nektar.

Serbuk sari menempel pada kaki lebah dan rambut selama proses tersebut. Beberapa dari itu jatuh ke bunga berikutnya, beberapa bercampur dengan nektar.

Ketika lebah pekerja tidak bisa menahan lagi nektar, ia kembali ke sarangnya. Nektar diproses, sekarang sedang dalam perjalanan untuk menjadi madu, disimpan ke dalam sel sarang lebah kosong. Lebah pekerja lainnya menelan madu, menambahkan enzim yang lebih dan lebih pematangan madu. Ketika madu sepenuhnya matang, itu disimpan ke dalam waktu satu sel sarang lebah lalu dan ditutup dengan lapisan tipis lilin lebah.
Manufaktur
Proses
Sarang penuh dihapus dari
sarang lebah

* 1 Untuk menghapus sarang, peternak lebah don helm terselubung dan sarung tangan pelindung. Ada beberapa metode untuk mengeluarkan sisir. Peternak lebah mungkin hanya menyapu lebah dari sisir dan membimbing mereka kembali ke sarang. Bergantian, peternak lebah menyuntikkan kepulan asap ke sarang. Lebah, merasakan kehadiran api, ngarai diri pada madu dalam upaya untuk mengambil sebanyak yang mereka bisa dengan mereka sebelum melarikan diri. Agak ditenangkan oleh pembengkakan, lebah cenderung menyengat ketika sarang dibuka. Metode ketiga menggunakan papan pemisah untuk menutup ruang madu off dari ruang induk. Ketika lebah di ruang madu menemukan bahwa mereka telah dipisahkan dari ratu mereka, mereka bergerak melalui lubang yang memungkinkan mereka untuk memasuki ruang induk, tetapi tidak memasuki kembali ruang madu. Dewan pemisah dimasukkan sekitar dua sampai tiga jam sebelum sarang lebah itu harus dihapus.

Sebagian besar sel-sel di sisir harus ditutup. Peternak lebah Tes sisir dengan gemetar. Jika madu menyembur keluar, sisir tersebut dimasukkan kembali ke dalam ruang madu untuk beberapa hari lagi. Sekitar sepertiga dari madu yang tersisa di dalam sarang untuk memberi makan koloni.

Uncapping yang sarang

* 2 sarang yang setidaknya dua pertiga ditutup ditempatkan ke dalam kotak transportasi dan dibawa ke ruangan yang benar-benar bebas dari lebah. Menggunakan garpu uncapping bergagang panjang, peternak lebah goresan topi dari kedua sisi dari sarang lebah itu ke nampan capping.

Ekstrak madu dari
sisir

* 3 The sarang dimasukkan ke dalam ekstraktor, drum besar yang mempekerjakan gaya sentrifugal untuk menarik keluar madu. Karena sisir penuh dapat berat sebanyak 5 lb (2,27 kg), ekstraktor dimulai pada kecepatan lambat untuk mencegah sisir dari melanggar.

Sebagai berputar ekstraktor, madu ditarik keluar dan melawan dinding. Menetes ke bawah berbentuk kerucut dan keluar dari ekstraktor melalui keran. Diposisikan di bawah keran adalah ember madu atasnya oleh dua saringan, satu kasar dan satu halus, menahan partikel lilin dan sampah lainnya. Madu dituangkan ke dalam drum dan dibawa ke distributor komersial.

Pengolahan dan pembotolan

* 4 Pada distributor komersial, madu dituangkan ke dalam tangki dan dipanaskan sampai 120 ° F (48,9 ° C) untuk mencair kristal. Kemudian diadakan di bahwa suhu selama 24 jam. Setiap bagian lebah asing atau kenaikan serbuk sari ke atas dan skim off.
* 5 Mayoritas madu kemudian flash-dipanaskan sampai 165 ° F (73,8 ° C), disaring melalui kertas, kemudian kilat didinginkan kembali ke 120 ° F (48,9 ° C). Prosedur ini dilakukan dengan sangat cepat, dalam sekitar tujuh detik.
Ada beberapa metode untuk menghilangkan madu sisir. Peternak lebah dapat menyapu lebah dari sisir dan membimbing mereka kembali ke sarang atau menyuntikkan kepulan asap ke sarang. Ketika lebah merasakan kehadiran api, mereka ngarai pada madu dalam upaya untuk mengambil sebanyak yang mereka bisa dengan mereka sebelum melarikan diri. Agak ditenangkan oleh pembengkakan, lebah cenderung menyengat ketika sarang dibuka. Bergantian, papan pemisah dapat ditempatkan di antara ruang madu dan ruang merenung. Ketika lebah di ruang madu menemukan bahwa mereka telah dipisahkan dari ratu mereka, mereka bergerak melalui lubang yang memungkinkan mereka untuk memasuki ruang induk, tetapi tidak memasuki kembali ruang madu.

There are several methods for removing honey combs. The beekeeper can either sweep the bees off the combs and guide them back into the hive or inject a puff of smoke into the hive. When the bees sense the presence of fire, they gorge on honey in an attempt to take as much as they can with them before fleeing. Somewhat tranquilized by engorgement, the bees are less likely to sting when the hive is opened. Alternately, a separator board can be placed between the honey chamber and the brood chamber. When the bees in the honey chamber discover that they have been separated from their queen, they move through a hatch that allows them to enter the brood chamber, but not reenter the honey chamber.
Ada beberapa metode untuk menghilangkan madu sisir. Peternak lebah dapat menyapu lebah dari sisir dan membimbing mereka kembali ke sarang atau menyuntikkan kepulan asap ke sarang. Ketika lebah merasakan kehadiran api, mereka ngarai pada madu dalam upaya untuk mengambil sebanyak yang mereka bisa dengan mereka sebelum melarikan diri. Agak ditenangkan oleh pembengkakan, lebah cenderung menyengat ketika sarang dibuka. Bergantian, papan pemisah dapat ditempatkan di antara ruang madu dan ruang merenung. Ketika lebah di ruang madu menemukan bahwa mereka telah dipisahkan dari ratu mereka, mereka bergerak melalui lubang yang memungkinkan mereka untuk memasuki ruang induk, tetapi tidak memasuki kembali ruang madu.
Meskipun prosedur pemanasan menghapus beberapa sifat menyehatkan madu ini, konsumen lebih suka, lebih ringan berwarna terang bahwa madu hasil.

Sebagian kecil, mungkin 5%, yang tersisa unfiltered. Hal ini hanya tegang. Madu adalah lebih gelap dan keruh, tapi ada beberapa pasar untuk madu yang belum diproses.
* 6 madu tersebut kemudian dipompa ke botol atau kaleng untuk pengiriman ke pelanggan ritel dan industri.

Quality Control

Kelembaban USDA persyaratan isi maksimum untuk madu adalah 18,6%. Beberapa distributor akan mengatur kebutuhan mereka sendiri di sebuah persen atau lebih rendah. Untuk mencapai hal ini, mereka sering mencampur madu diterima dari peternak lebah berbagai menghasilkan madu yang konsisten dalam kadar air, warna, dan rasa.

Peternak lebah harus memberikan perawatan yang benar untuk sarang mereka sepanjang tahun untuk menjamin kualitas dan kuantitas madu. (Hama pencegahan, kesehatan sarang, dll) Mereka juga harus mencegah kepadatan penduduk, yang akan mengakibatkan dipenuhi dan pengembangan koloni baru. Akibatnya, lebah akan menghabiskan lebih banyak waktu penetasan dan peduli terhadap pekerja baru daripada membuat madu.
Produk samping / Limbah

Empat besar produk sampingan dari proses pembuatan madu: lilin lebah, tepung sari, royal jelly, dan propolis. Beeswax diproduksi dalam tubuh lebah sebagai nektar berubah menjadi madu. Mengusir lebah lilin melalui kelenjar di bagian perutnya. Koloni menggunakan lilin untuk topi sel-sel sarang lebah penuh. Hal ini membatalkan dari sarang lebah dengan peternak lebah dan dapat dijual ke produsen komersial untuk digunakan dalam produksi obat, kosmetik, cat mebel, bahan-bahan seni, dan lilin.

Pollen tongkat di kaki lebah pekerja mengumpulkan nektar saat dia bunga. Karena serbuk sari mengandung sejumlah besar vitamin B 12 dan vitamin E, dan memiliki persentase lebih tinggi protein dibandingkan daging sapi, itu dianggap sangat bergizi dan digunakan untuk suplemen diet. Untuk mengambilnya, peternak lebah akan memaksa lebah melalui serbuk sari perangkap-pembukaan
Sebuah sarang yang khas digunakan dalam peternakan lebah.

A typical hive used in beekeeping.
Sebuah sarang yang khas digunakan dalam peternakan lebah.
disaring dengan lima-mesh kain keras atau 0,1875-in (0,476 cm) diameter pelat logam berlubang. Pembukaan tunggal atau double-disaring memungkinkan serbuk sari untuk turun dari kaki lebah saat mereka terbang melalui. Serbuk sari turun ke dalam sebuah wadah dan segera dikeringkan dan disimpan.

Royal jelly adalah cairan kental yang diproduksi dan disekresikan oleh lebah perawat untuk memberi makan sang ratu. Gizi kaya dengan protein, asam amino, asam lemak, gula, vitamin, dan mineral, itu dinilai sebagai produk kulit dan sebagai suplemen diet. Para pendukung percaya memperpanjang keremajaan dengan memperbaiki kulit, meningkatkan energi, andhelps untuk mengurangi kecemasan, sulit tidur, dan kehilangan memori.

Propolis adalah tanaman resincollected oleh lebah dari kuncup tanaman dan kemudian dicampur dengan enzim, lilin dan serbuk sari. Lebah menggunakannya sebagai desinfektan, untuk menutupi celah dalam sarang, dan untuk mengurangi pembukaan sarang selama musim dingin. Secara komersial digunakan sebagai desinfektan, untuk mengobati jagung, surut gusi, dan penyakit saluran pernapasan atas, dan untuk biola pelitur.
Masa Depan

Pada akhir abad kedua puluh, industri lebah madu telah terpukul oleh dua faktor: tungau parasit dan lebah Africanized. Tungau, primer jenis trakea dan varroa `, telah menghancurkan ribuan koloni lebah. Penghancuran koloni lebah tidak hanya mempengaruhi penjualan madu, tetapi petani buah dan sayuran yang bergantung pada lebah untuk penyerbukan tanaman mereka. Diperkirakan bahwa nilai polinasi lebah mencapai $ 10 miliar per tahun. Pada penutupan abad ini, peneliti mencari cara untuk mencegah infestasi tungau tanpa intervensi kimia.

Lebah Africanized pertama kali terdeteksi di Amerika Utara pada awal 1990-an. Kehadiran mereka telah terdeteksi di Texas, selatan California, New Mexico, dan Arizona, tetapi migrasi lebih lanjut belum terdeteksi. Sebagai subspesies dari lebah madu, lebah Africanized hanya dapat dibedakan dari lebah madu Eropa dengan lebih agresif perilaku sengatnya. Oleh karena itu, mereka telah mendapatkan sebutan “lebah pembunuh.” Africanized lebah madu dapat dikawinkan dengan lebah madu Eropa, menciptakan hibrida dengan perilaku menyengat lebih agresif. Pada awal 1990-an, hampir 100% dari lebah madu di Meksiko membawa gen agresif. Dalam iklim tropis, gen agresivitas adalah sifat dominan. Para ilmuwan telah mengisolasi lima gen terkait dengan agresivitas, salah satu yang memicu perilaku menyengat. Tujuannya adalah untuk menggunakan temuan tersebut untuk membatasi penyebaran sifat Africanized seluruh belahan bumi barat dan Amerika Serikat populasi lebah madu.

Meskipun telah lama diketahui bahwa antioksidan dalam madu mencegah pertumbuhan bakteri, penggunaan madu untuk menghambat pembusukan makanan belum mendapat dukungan luas. Pada akhir 1990-an, para pendukung mulai mengumpulkan bukti statistik untuk mendukung kasus mereka.
Dimana untuk Mempelajari Lebih Banyak
Buku-buku

Bonney, Richard E. Hive Manajemen. Pownal, VT: Garden Way Publishing, 1990.

Diemer, Irmgard. Lebah dan Peternakan lebah. Jakarta: Merehurst Press, 1988.

Melzer, Werner. Peternakan lebah: A Guide Pemilik Lengkap itu. Hauppage, NY: Jasa Pendidikan Barron, Inc 1986.
Lain

Cyberbee. http://www.cyberbee.net/ (16 Januari 1999).

Internasional Bee Asosiasi Riset. 10 North Road, Cardiff CFI 3DY, Inggris. (+44) 1222 372409. ibra@cardiff.ac.uk.

Sioux Madu Association. Sioux City, IA. (712) 259-0638.

 

 

 

 

Tags

pleaser-sexy-mansion-playbunny-tuxedo-rabbit-costume-high-heels-stripper-shoes

Membuat Sepatu Tinggi

Usaha Sepatu Tinggi

Cara Membuat Sepatu Tinggi

Sepatu tinggi secara historis tercermin bangsawan, otoritas, dan kekayaan. Raja Prancis Louis XIV (1638-1715) hanya 5 ft 3 in (1,6 m) tinggi sampai dia mengenakan khusus buatan sepatu hak tinggi dengan hak melengkung terbuat dari gabus dan ditutup dengan merah-dicelup kulit, dengan warna merah melambangkan bangsawan . Pada acara-acara khusus, sepatu hak 5 di (12,7 cm) tinggi-tinggi yang dihiasi dengan lukisan tangan adegan kemenangan militernya. Saat ini, sepatu hak melengkung melestarikan warisan dan dikenal sebagai Louis atau tumit Perancis. Lain-tumit pemakai digunakan alas kaki mereka untuk membanggakan kekayaan mereka; tumit begitu tinggi bahwa pegawai harus istirahat mereka, jadi memakai sepatu hak tinggi juga terbukti orang bisa membayar pegawai untuk tugas ini.

Hari ini, tumit adalah diberkati untuk keanggunan mereka meminjamkan penampilan si pemakai dan mengutuk untuk kerusakan yang ditimbulkan pada pergelangan kaki, betis, dan punggung.
Sejarah

Kebutuhan untuk mendapatkan ketinggian di atas tanah mungkin awalnya terinspirasi oleh kondisi cuaca dan jalan bukan uang atau kesombongan. Selama abad pertengahan, sol kayu khusus yang disebut pattens diikat di bagian bawah rapuh, sepatu mahal dibuat untuk memakai ruangan sehingga mereka bisa dijauhkan dari lumpur dan lembab bila dikonversi untuk penggunaan outdoor. Pattens meningkat pada tumit dan di bawah bola kaki sehingga pemakainya bisa berjalan lebih mudah dengan goyang maju pada mereka, bentuk-bentuk ini dengan jelas meramalkan sepatu hak tinggi.

Sepatu seluruh meningkat pada gaya disebut chopine yang berasal dari Turki pada sekitar 1400. Sepatu ini adalah panggung efektif miniatur yang datar di bagian bawah dan terbuat dari gabus dan ditutup dengan kulit atau kain. Pemakainya tergelincir kakinya ke atasan yang terbuka yang didukung sandal disebut bagal atau tali mirip dengan sandal. Chopines yang biasanya 7-8 dalam (18-20 cm) tinggi, tapi, secara ekstrim, mereka sebanyak 18 di (46 cm). Chopines terus rok si pemakai keluar dari lumpur, dengan asumsi wanita itu bisa berjalan sama sekali. Ketika gaya menjadi populer di Venice abad keenam belas, wanita chopineshod berjalan dengan seorang hamba di kedua sisi mereka sehingga mereka tidak akan jatuh. Para wanita menyukai perhatian dan tinggi tambahan, tetapi chopines begitu ketat bahwa perempuan juga dipaksa oleh alas kaki mereka untuk tinggal di rumah. Ke-18 di (46 cm) ekstrim dicapai di Perancis dan Inggris di mana fashion menyebar dari Italia.

Catherine de Medici (1519-1589) dikreditkan dengan mengenakan sepatu hak tinggi pertama benar dan dengan mengambil gaya ke Perancis pada tahun 1533 ketika ia menikah dengan Duc d’Orleans, yang kemudian menjadi Raja Prancis Henry II. Desainer Italia menciptakan hak tinggi dengan memodifikasi chopine untuk menghilangkan kecanggungan sementara masih meningkatkan ketinggian pemakainya. Irisan gabus ditempatkan di bawah bagian depan sepatu, dengan bagian tinggi di bawah tumit. Ini sepatu hak tinggi menjabat batil cara lain dengan membuat kaki terlihat lebih kecil dan lengkungan kaki lebih tinggi; kedua atribut fisik sebagai tanda kelahiran mulia. Gaya Italia Catherine cepat diadopsi oleh pengadilan Prancis.

Revolusi Perancis yang disebabkan revolusi di alas kaki juga, dan mode sepatu banyak menghilang sementara atas nama demokrasi. Tumit merah bangsawan menghilang sepenuhnya, dan gesper pamer dan mawar digantikan oleh ikatan pita atau tali. Sepatu datar atau sangat rendah sepatu hak dikenal sebagai pompa diganti arogansi sepatu hak tinggi, meskipun sepatu hak tinggi dan sepatu bot, kembali pula kepada kehormatan pada pertengahan 1800-an.

Sampai sepatu hak tinggi ditemukan, sol sepatu untuk kaki kiri dan kanan itu identik dan disebut lurus; sepatu dibentuk pada cetakan tunggal, yang disebut terakhir, untuk kedua kaki. Sepatu dibeli bukan sebagai pasangan melainkan sebagai dua sepatu tunggal ukuran yang cocok dan gaya. Bentuk lengkungan sepatu hak tinggi, namun, diperlukan sol berbeda untuk dua kaki, jadi, dari 1818 dan seterusnya, berlangsung dirancang khusus untuk kaki kiri dan kanan, dan sepatu yang dijual berpasangan. Pasang awal sepatu disebut crookeds, yang bertentangan dengan kuno lurus. Tinggi tumit bagian awalnya dibuat dari kayu atau gabus dan naik sampai 6 pada (15 cm) tinggi. Orang Prancis menyebut mereka chaussures port atau sepatu jembatan, karena lengkungan terbuka, atau chaussures cric, yang berarti sepatu mengklik untuk suara mereka. Biasanya, pada tumit sepatu pria lebih besar dalam bentuk dan berat. Ketinggian ekstrim tumit sempit sangat populer di kalangan pria maupun wanita, dan Inggris abad kedelapan belas yang memakai 6 in (15 cm) high heels biasanya berjalan dengan tongkat untuk bisa berjalan sama sekali.

Setelah Perang Dunia II, hak tinggi kembali berperan terutama karena pertumbuhan pengeluaran konsumen dan variasi dan ketersediaan desain yang dihasilkan. Stiletto heels, nama untuk sempit-berbilah pisau, melonjak menjadi mode pada tahun 1950. Ini 4 dalam (10 cm) tumit berduri dipersempit ke titik-titik, mereka dimungkinkan oleh tempat duduk batang logam tipis di bagian yang lebih luas dari kayu atau plastik tumit yang melekat pada sepatu. Tip plastik melekat pada ujung logam, tapi tips ini sering terjatuh menyebabkan lantai yang akan mencungkil dan karpet yang akan robek. Beberapa gedung perkantoran disediakan overshoes bagi perempuan untuk mengenakan sepatu hak stiletto lebih mereka untuk mencegah kerusakan ini. Pada tahun 1960, tumit stiletto melekat pada sepatu ‘basah-lihat’ yang meningkatkan efek dari rok mini. Desainer hari ini melakukan percobaan dengan setiap bahan dan jenis ornamentasi untuk membuat dan memperindah sepatu hak tinggi. Heels bahkan telah dibuat dari aluminium ringan yang digunakan untuk memproduksi pesawat pesawat untuk memberi mereka kekuatan dalam bentuk ramping.
Bahan Baku

Bahan baku untuk pembuatan sepatu hak tinggi termasuk plastik, kulit, kayu, kain, kulit hewan, kertas (untuk pola dan label), dan semen dan perekat berbagai, tergantung pada bahan komponen. Paku, paku sekrup, dan paku payung yang digunakan untuk menyimpan kain atau kulit di tempat dan untuk melampirkan tumit ke pegang dari sepatu. Kain dan bulu, pohon cabang dan manik-manik, mutiara imitasi, dan berlian asli semuanya telah digunakan untuk menghias sepatu hak tinggi.
Disain

Tinggi tumit desainer dapat digunakan oleh produsen sepatu, atau, lebih mungkin, adalah desainer independen (kadang-kadang terhubung ke terkenal rumah mode) yang kontrak dengan produsen untuk menghasilkan desain atau garis sepatu bertuliskan nama perancang. Desainer bekerja sangat erat dengan pembuat sepatu guru yang mengawasi kepraktisan semua desain bagi produsen sepatu. Perancang mungkin memiliki gambar atau gaya menyampaikan dan pilihan tertentu bahan, dan pembuat sepatu tuan memberitahu desainer apa yang dapat dibuat atau apa keterbatasan produksi yang terlibat dalam desain. Sebagai contoh, ketinggian tumit dapat dibatasi oleh bentuk keseluruhan sepatu atau jumlah jahitan yang dibutuhkan untuk membuat sepatu dapat mempengaruhi penampilan jadi (atau mungkin tidak praktis untuk memproduksi). Perancang dan ide pembuat sepatu tuan pertukaran selama beberapa bulan sebelum mereka tiba di desain memuaskan.

Satu sepatu ini kemudian dibuat sebagai prototipe, melainkan membedah ke dalam berbagai potongan dan bagian, dan pola terbuat dari kertas. Dari kertas asli, master template terbuat dari papan serat dan pipa tembaga sehingga akan memakai juga. Master fiberboard merupakan ukuran sepatu 8 rata-rata. Dari master ini, pantograph (alat gambar yang membuat salinan tepat dari garis besar tetapi dalam ukuran yang lebih kecil atau lebih besar) digunakan untuk menguraikan master di papan serat untuk semua ukuran lain dalam kisaran yang ditawarkan oleh produsen dalam desain baru. Meninggal logam yang dibuat untuk membasmi potongan dalam semua ukuran, dan jalur perakitan sudah diatur untuk memproduksi desain baru. Atau, komponen desain dapat diukur dan ditingkatkan oleh komputer, dan data yang digunakan untuk memotong buah dengan laser dikontrol
Langkah pertama dalam pembuatan hak tinggi melibatkan mati memotong bagian-bagian sepatu. Selanjutnya, komponen ditarik ke dalam mesin yang dilengkapi dengan sejumlah berlangsung-cetakan sepatu. Bagian-bagian tumit tinggi dijahit atau disemen bersama dan kemudian ditekan. Terakhir, tumit adalah baik kacau, dipaku, atau disemen ke sepatu.

The first step in high heel manufacture involves die cutting the shoe parts. Next, the components are drawn into a machine equipped with a number of lasts—a shoe mold. The parts of the high heel are stitched or cemented together and then pressed. Lastly, the heel is either screwed, nailed, or cemented to the shoe.
Langkah pertama dalam pembuatan hak tinggi melibatkan mati memotong bagian-bagian sepatu. Selanjutnya, komponen ditarik ke dalam mesin yang dilengkapi dengan sejumlah berlangsung-cetakan sepatu. Bagian-bagian tumit tinggi dijahit atau disemen bersama dan kemudian ditekan. Terakhir, tumit adalah baik kacau, dipaku, atau disemen ke sepatu.
oleh komputer. Desain selesai dan template adalah hak cipta dan dicatat oleh desainer dan produsen.
Manufaktur
Proses
Handmade high heels

* 1 Meskipun sepatu paling saat ini diproduksi secara massal, sepatu buatan tangan masih dilakukan dalam skala terbatas terutama untuk pemain atau dalam desain yang memiliki banyak ornamen dan mahal. Pembuatan tangan sepatu adalah pada dasarnya sama dengan proses dating kembali ke Roma kuno. Panjang dan lebar kedua kaki si pemakai diukur. Berlangsung-standar model untuk kaki setiap ukuran yang dibuat untuk setiap desain-yang digunakan oleh pembuat sepatu untuk membentuk potongan-potongan sepatu. Berlangsung harus spesifik dengan desain sepatu karena simetri perubahan kaki dengan kontur dari punggung kaki dan distribusi berat badan dan bagian kaki di dalam sepatu. Penciptaan sepasang berlangsung didasarkan atas 35 pengukuran yang berbeda pada kaki dan perkiraan gerakan kaki di dalam sepatu. Desainer sepatu sering memiliki ribuan pasang berlangsung di brankas mereka.
* 2 buah untuk sepatu dipotong berdasarkan desain atau gaya sepatu. Konter adalah bagian yang meliputi bagian belakang dan samping sepatu. Menggoda meliputi jari-jari kaki dan bagian atas kaki dan dijahit ke counter. Ini atas dijahit ditarik dan dipasang selama terakhir; pembuat sepatu menggunakan tang peregangan untuk menarik bagian-bagian dari sepatu ke tempatnya, dan ini ditempelkan untuk yang terakhir.
Sebuah sepatu hak tinggi khas.

A typical high-heeled shoe.
Sebuah sepatu hak tinggi khas.
Bagian atasnya kulit basah yang tersisa pada berlangsung selama dua minggu untuk benar-benar kering sebelum membentuk telapak dan tumit yang terpasang. Counters (pengaku) ditambahkan ke punggung sepatu.
* 3 Kulit untuk sol direndam dalam air O sehingga lentur. Tunggal tersebut kemudian dipotong, ditempatkan pada lapstone, dan ditumbuk dengan palu. Seperti namanya, lapstone diadakan datar di pangkuan tukang sepatu sehingga ia dapat memukul tunggal ke bentuk yang halus, memotong alur ke tepi tunggal untuk indent jahitan, dan lubang tanda untuk pukulan melalui satu-satunya untuk jahitan. Tunggal ini terpaku pada bagian bawah atas sehingga ditempatkan dengan benar untuk menjahit. Atas dan satu-satunya yang dijahit bersama-sama menggunakan metode double stitch di mana tukang sepatu ini menjalin dua jarum melalui lubang yang sama tetapi dengan benang akan arah yang berlawanan.
* 4 Heels melekat pada tunggal dengan kuku, tergantung pada gaya, tumit dapat dibangun dari beberapa lapisan. Jika ditutupi dengan kulit atau kain, penutup tersebut dilem atau dijahit ke tumit sebelum melekat pada sepatu. Tunggal ini dipangkas dan paku payung dihapus sehingga sepatu bisa diambil dari yang terakhir. Bagian luar sepatu yang bernoda atau dipoles, dan setiap lapisan halus yang melekat di dalam sepatu.

Mesin buatan sepatu hak tinggi

* 5 Desain yang dikembangkan oleh pembuat sepatu master dan desainer dapat diproduksi secara massal dari komponen berkomitmen untuk master papan serat atau dari data terkomputerisasi. Jika meninggal logam digunakan untuk memotong buah, kulit (atau bahan lainnya) dimasukkan ke pers 20-ton (18-metrik-ton) yang sudah dilengkapi dengan satu atau lebih meninggal, dan potongan-potongan yang menekan keluar. Proses ini bahkan lebih disederhanakan ketika sinar laser yang dikendalikan komputer ini digunakan untuk memotong potongan keluar.
* 6 Setelah semua komponen dipotong, bahan yang ditarik ke dalam mesin yang dilengkapi dengan sejumlah berlangsung. Mesin menarik sepotong kain erat atas yang terakhir, dan semen termal digunakan untuk menjaga keutuhannya sementara. Sebelum perekat sintetis yang banyak tersedia, paku payung digunakan secara eksklusif. Sekarang, hanya beberapa paku payung mungkin diperlukan bersama dengan perekat. Sepatu hak tinggi yang dibuat dalam tiga bagian terpisah-satu-satunya, yang bagian atas, dan tumit. Ketika komponen telah dirakit atau dijahit dengan mesin yang dikendalikan komputer ke masing-masing tiga bagian, bagian tersebut disampaikan ke komputer lain untuk perakitan. Semen yang kuat digunakan untuk bond keduanya, dan mereka dapat dimasukkan ke dalam pers selama sekitar 15 detik untuk menekan potongan disemen tegas.
* 7 Tumit sendiri mungkin melekat pada batang sepatu menggunakan paku, paku sekrup, paku payung, semen, staples, atau set Prongs cetakan (atau kombinasi beberapa), tergantung pada gaya sepatu, ketinggian tumit , bahan yang digunakan dalam konstruksi, dan faktor lain termasuk biaya. Sembilan dari 10 tumit terbuat dari plastik dan ditutupi dengan bahan untuk mencocokkan atau pujian bagian atas sepatu. Plastik digunakan karena ringan dan murah.
* 8 Setelah bagian terikat untuk membuat sepatu jadi, label dan notasi ukuran dicap ditambahkan ke bagian dalam sepatu. Pasangan selesai dari tumit diisi dan dibungkus dengan kertas tisu dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak tepat berlabel. Karton kotak dari gaya yang sama sepatu dikemas dan siap untuk pengiriman ke pengecer.

Quality Control

Meskipun produksi massal high heels sekarang dilakukan sebagian besar oleh mesin, personil kontrol kualitas mengawasi semua aspek desain dan produksi. Bahan diperiksa secara hati-hati ketika mereka diterima sehingga kulit tidak sempurna, kain dicelup buruk, dan item lain yang rusak dapat dikembalikan ke pemasok segera. Komponen yang dapat dibuat oleh pemasok luar, seperti tumit kayu, juga diperiksa dan diterima atau ditolak. Selama percobaan produksi awal, bagian dipotong dan dirakit oleh komputer dibandingkan dengan detil desain dan diperiksa untuk kekurangan. Ketika produksi disetujui, insinyur kontrol kualitas juga memantau semua aspek komponen produksi dan tempat-cek dan bagian selesai dan sepatu. Pengujian laboratorium juga digunakan untuk mengevaluasi kualitas bahan sebelum mereka tergabung dalam pembangunan sepatu dan untuk menguji daya tahan jadi model dalam tahap prototipe. Tergantung pada gaya, selesai sepatu dapat dipoles atau diobati, dan langkah ini juga hati-hati diperiksa. Sepatu kemas dapat dibuka dan diperiksa secara acak sebelum pengiriman.
Produk samping / Limbah

Penggunaan desain dibantu komputer dan mesin tepat seperti laser telah sangat membatasi limbah dari produksi sepatu. Limbah yang tidak mengakibatkan harus dibuang dan mungkin mengandung perekat sintetis dan bahan lain yang mencegah daur ulang. Sampah plastik dapat dibentuk ulang.

Produk samping biasanya tidak mengakibatkan dari pembuatan sepatu hak tinggi, tetapi pembuat sering memasarkan produk seperti tas yang cocok. Dengan potongan pas dari beberapa jenis dan ukuran produk ke satu bagian dari kulit, misalnya, limbah akan berkurang.
Masa Depan

Walaupun sepatu hak tinggi dapat dianggap sebagai pernyataan fashion modern, sejarah mereka membuktikan bahwa mereka telah ada selama berabad-abad dan akan terus melakukannya. Pemakai telah mengikuti contoh Raja Louis XIV dan telah melihat bahwa sepatu hak tinggi dapat meningkatkan dan menyanjung penampilan. Ketinggian dan gaya dapat berubah dari musim ke musim, tetapi hak tinggi dalam beberapa bentuk pasti menjadi bagian dari masa depan mode itu.
Dimana untuk Mempelajari Lebih Banyak
Buku-buku

Lawlor, Laurie. Dimana Apakah sepatu ini Membawamu? A Walk Melalui Sejarah Alas Kaki. New York: Walker dan Perusahaan, 1996.

Nichelason, Margery G. Sepatu. Minneapolis: Carolrhoda Books Inc, 1996.

O’Keefe, Linda. Sepatu: A Celebration of Pompa, Sandal, Sandal & More. New York: Workman Publishing, 1996.

Wilson, Eunice. Sejarah Fashions Sepatu. Jakarta: Teater Seni Buku, 1968.

Yue, Charlotte dan Daud. Sepatu: Sejarah mereka dalam Kata dan Gambar Boston: Houghton Mifflin Company, 1997.
Periodicals

Iverson, Annemarie. ‘Manolo Blahnik. ” Harper Bazaar (Juli 1997): 110.
Lain

Aksi Sepatu di India. http://www.action-shoes.com/process.html.

Sembilan Barat. http://www.ninewest.com.

 

 

 

 

Tags

default

Membuat Teh Hijau

Usaha Teh Hijau

Cara Membuat Teh Hijau

Pada tahun 1992, produksi global teh semua hampir 2,5 juta ton. Sebagian besar produksi teh terjadi di daerah subtropis Asia, termasuk Cina, India, Sri Lanka, Jepang, dan Indonesia. Lebih dari 35 negara kini memproduksi teh, dengan India, Cina, dan Sri Lanka pemimpin. Teh hitam adalah yang paling banyak diproduksi, diikuti dengan oolong dan teh melati. Selain perbedaan antara jenis teh, perbedaan utama antara jenis teh adalah metode pengolahan. Daun teh hijau dipetik dan langsung dikirim ke dikeringkan atau dikukus untuk mencegah fermentasi, sedangkan teh hitam dan jenis lainnya yang tersisa untuk fermentasi setelah dipetik.

Teh hijau berasal dari Cina untuk tujuan pengobatan, dan penggunaan pertama rekaman nya adalah 4.000 tahun yang lalu. Pada abad ketiga, itu menjadi minuman sehari-hari dan budidaya dan pengolahan dimulai. Hari ini, Cina memiliki ratusan jenis teh hijau. Produsen lain dari teh hijau termasuk India, Indonesia, Korea, Nepal, Sri Lanka, Taiwan, dan Vietnam.

Teh hijau pertama kali diperkenalkan di Jepang selama periode Nara (710-794), ketika sejumlah biksu Buddha Jepang mengunjungi Cina dan membawa biji teh kembali ke Jepang. Industri teh Jepang dikatakan telah dimulai pada 1191, ketika Eisai biarawan ditanam bibit teh dari Cina di darat candi. Dia kemudian mendorong penanaman teh di daerah lain di Jepang oleh memuji manfaat kesehatan dari minum teh.

Teh membuat dan melayani sebagai bentuk seni (sado, jalan teh) diperkenalkan di Jepang pada abad kesebelas. Asal kembali ke Cina dinasti Tang (618-907), ketika sebuah ritual dilakukan di kuil-kuil Buddha. Sebuah bata teh digiling menjadi bubuk, dicampur dalam ketel dengan air panas, dan menyendok ke dalam mangkuk keramik.

Salah satu penggunaan Jepang pertama dari upacara minum teh di depan umum adalah ketika Toyotomi Hideyoshi, maka panglima perang paling kuat di Jepang, mengadakan pesta teh di kamp-nya malam hari sebelum pertempuran besar untuk menenangkan prajurit dan menginspirasi semangat. Sendiri Hideyoshi sado guru, Senno Rikyo, juga dikreditkan dengan mengangkat teh dari minuman yang sederhana untuk metode yang sangat dihormati dari realisasi diri. Saat ini, ada teh sekolah di Jepang untuk mempelajari metode yang tepat dari upacara minum teh atau chanoyu. Sekolah Urasenke adalah yang paling aktif dan memiliki berikut terbesar.

Bentuk chanoyu yang dipraktekkan saat ini didirikan pada paruh kedua abad keenam belas oleh Rikyu. Chanoyu melibatkan lebih dari sekedar menikmati secangkir teh dengan cara bergaya. Upacara dikembangkan di bawah pengaruh Buddhisme Zen bertujuan untuk memurnikan jiwa dengan menjadi satu dengan alam. Semangat yang benar dari upacara minum teh telah digambarkan oleh istilah-istilah seperti ketenangan, kesederhanaan, dan keanggunan. Aturan etiket yang diperhitungkan untuk mencapai ekonomi tertinggi gerakan.

Untuk beberapa 500 tahun setelah teh diperkenalkan ke Jepang, itu digunakan dalam bentuk bubuk nya saja. Tidak sampai pertengahan abad keenam belas bahwa metode pengolahan untuk teh hijau konvensional diciptakan. Sebelum zaman Edo (1600-1868), konsumsi teh terbatas pada kelas penguasa. Baru setelah awal abad kedua puluh, dengan pengenalan teknik produksi massal, apakah teh mencapai popularitas yang luas di antara populasi umum.

Saat ini, teh daun untuk teh hijau yang tumbuh di daerah selatan yang lebih hangat dari Jepang, dengan sekitar setengah diproduksi di Prefektur Shizuoka. Uji, sebuah distrik dekat kota kuno Kyoto (dan distrik dari mana teh Jepang terbaik berasal dari sampai hari ini) menjadi wilayah teh yang tumbuh pertama di Jepang. Kemudian, perkebunan teh ditanam di Prefektur Shizuoka dan akhirnya ke daerah sekitarnya. Sebanyak sekitar 100.000 ton teh hijau diproduksi per tahun dari 60.000 hektar ladang teh. Hanya teh hijau diproduksi di Jepang.

Meskipun secara tradisional teh hijau diproduksi secara manual, proses ini telah sepenuhnya mekanik di Jepang. Berbagai jenis teh sekarang diproduksi berbeda sesuai dengan praktek-praktek budidaya dan pengolahan metode. Sencha adalah teh dengan tiga tingkat kualitas: tinggi, sedang, dan rendah. Hal ini dibuat dari tender atas dua daun dan tunas untuk nilai tinggi dan menengah dan dari ketiga dari daun teratas untuk kelas rendah.

Sencha, yang terdiri 80% dari seluruh produksi teh hijau, terdiri dari kecil hijau gelap berbentuk jarum buah. Hampir segera setelah pemetikan, daun dikukus selama sekitar 30 detik untuk menyegel rasa, diikuti dengan pengeringan, menekan, dan rolling langkah.

Gyokura adalah grade tertinggi teh dan terbuat dari daun paling lembut yang tumbuh di bawah naungan 90% menggunakan tirai bambu. Matcha dibuat dari daun yang sama dan diolah menjadi bentuk bubuk untuk penggunaan eksklusif dalam upacara minum teh. Bancha adalah teh kelas rendah kasar terbuat dari daun tua setelah mengambil Sencha daun dipetik atau diambil di musim panas. Hal ini umumnya terdiri dari daun teh kelas lebih rendah, yang terbagi menjadi dua macam: daun besar, dan daun kecil.

Houjicha adalah teh berbentuk baji terbuat dari Bancha yang dipanggang pada 302 ° F (150 ° C) untuk mencegah fermentasi dan menghasilkan warna keemasan cahaya ketika dibuat. Kamairicha berasal dari utara Kyushu dan pertama dipanggang di 392-572 ° F (200-300 ° C) diikuti dengan pendinginan pada suhu 212 ° F (100 ° C). Teh hijau secara tradisional disajikan tanpa gula, susu, atau lemon karena ini akan menghancurkan rasa benar dan aroma teh.
Bahan Baku

Teh hijau dibuat dari dua daun atas dan tunas dari sebuah semak, Camellia sinensis, dari Theaceace keluarga dan Theales ketertiban. Pesanan ini terdiri dari 40 genera pohon atau semak yang memiliki daun hijau, bunga dengan lima struktur sepal atau daun-suka dan kelopak. Para Camellia genus terdiri dari 80 spesies semak evergreen Asia Timur dan pohon. Selain daun, bahan lainnya dapat ditambahkan untuk menciptakan aroma khusus atau rasa selama proses pengeringan, seperti melati, bunga, atau buah-buahan.

Pabrik teh berasal di daerah antara India dan Cina. Ada tiga varietas utama tanaman ini-Cina, Assam, dan Kamboja-dan sejumlah hibrida di antaranya. Berbagai Cina tumbuh setinggi 9 ft (2,7 m) dan memiliki kehidupan ekonomi paling sedikit 100 tahun. Berbagai Assam adalah pohon yang tumbuh setinggi 60 kaki (18,3 m), dengan umur ekonomis 40 tahun tergantung pada pemangkasan teratur dan memetik. The ft 16 (4,9 m) tinggi Kamboja berbagai secara alami disilangkan dengan varietas lain.
Manufaktur
Proses
Budidaya dan pemanenan

* 1 Sebuah iklim yang sesuai untuk budidaya memiliki curah hujan tahunan minimum 45-50 dalam (114,3-127 cm). Teh tanah harus asam karena tanaman teh tidak akan tumbuh pada tanah basa. Nilai pH diinginkan adalah 5,8-5,4 atau kurang. Teh dapat dibudidayakan hingga 7,218.2 ft (2.200 m) di atas permukaan laut dan dapat tumbuh antara khatulistiwa dan garis lintang Forty-fifth. Tanaman direproduksi lewat genteng-peletakan atau melalui biji dari pohon yang telah tumbuh secara bebas.
* 2 Sebuah tanaman dari 1.500 lb (681 kg) teh per hektar membutuhkan hingga dua pekerja per hektar untuk memetik pucuk teh dengan tangan dan mempertahankan lapangan. Pabrik teh umumnya dipetik setiap lima sampai 10 hari, tergantung di mana ia tumbuh. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menembak dipetik untuk mengembangkan kembali menembak baru yang siap untuk dipetik bervariasi sesuai dengan sistem pemetikan dan kondisi iklim. Interval antara 70-90 hari yang umum.

Pemanenan sebuah penanaman teh rata-rata 1.500 lb (681 kg) teh per hektar membutuhkan hingga dua pekerja per hektar untuk memetik pucuk teh dengan tangan dan mempertahankan lapangan. Pabrik teh umumnya dipetik setiap lima sampai 10 hari, dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menembak dipetik untuk mengembangkan kembali menembak baru yang siap untuk dipetik bervariasi sesuai dengan sistem pemetikan dan kondisi iklim. Interval antara 70-90 hari yang umum. Sebuah tunas dan daun beberapa dipetik dari setiap tanaman. Di Jepang, tanaman pertama dipanen pada bulan April dan Mei, tanaman kedua di bulan Juni, panen ketiga pada bulan Juli dan tanaman akhir bulan September.
Pemanenan sebuah penanaman teh rata-rata 1.500 lb (681 kg) teh per hektar membutuhkan hingga dua pekerja per hektar untuk memetik pucuk teh dengan tangan dan mempertahankan lapangan. Pabrik teh umumnya dipetik setiap lima sampai 10 hari, dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menembak dipetik untuk mengembangkan kembali menembak baru yang siap untuk dipetik bervariasi sesuai dengan sistem pemetikan dan kondisi iklim. Interval antara 70-90 hari yang umum. Sebuah tunas dan daun beberapa dipetik dari setiap tanaman. Di Jepang, tanaman pertama dipanen pada bulan April dan Mei, tanaman kedua di bulan Juni, panen ketiga pada bulan Juli dan tanaman akhir bulan September.
* 3 Di Jepang, pemanenan teh dimulai sekitar akhir April, dengan daun yang dipetik oleh tangan atau mesin. Sebuah tunas dan daun beberapa dipetik dari setiap tanaman. Tanaman pertama dipanen pada bulan April dan Mei, tanaman kedua di bulan Juni, panen ketiga pada bulan Juli dan tanaman akhir bulan September. Untuk teh gyokuro atau matcha, tanaman teduh selama dua minggu setelah tunas pertama keluar pada musim semi sebelum memilih. Daun kemudian dikirim ke pabrik untuk diproses. Karena tidak semua dapat diproses sekaligus, daun disimpan di sebuah kotak besar yang disimpan di suhu yang tepat dengan meniupkan udara dingin ke bagian bawah.

Pengeringan

* 4 Setelah daun teh dipetik, mereka harus dikeringkan untuk mencegah fermentasi, yang menghentikan aktivitas enzim yang menyebabkan oksidasi. Di Cina, teh hijau sering pan-dipecat dalam wajan yang sangat besar, di atas api atau menggunakan wajan listrik. Daun teh harus diaduk terus-menerus bahkan untuk pengeringan. Pelayuan juga digunakan, yang menyebar daun teh di rak bambu atau anyaman jerami kering di bawah sinar matahari atau menggunakan udara hangat. Sekali lagi, daun harus dipindahkan sekitar untuk memastikan pengeringan seragam.
* 5 Di Jepang, uap biasanya digunakan. Sebelum proses mengukus dimulai, daun teh diurutkan dan dibersihkan. Waktu mengukus menentukan jenis teh yang dihasilkan. Sencha teh biasanya dikukus selama 30-90 detik. Tipe lain dari sencha disebut fukamushi dikukus selama 90-150 detik untuk menghasilkan keripik teh hijau muda kekuning-kuningan. Mengukus dilakukan dalam nampan bambu di atas air atau dengan mesin jenis bergulir atau belt-conveyor. Setelah mekanik mengukus, daun masuk ke sebuah mesin pendingin yang berhembus air dari daun.

Shaping

* 6 Di kebanyakan negara, penggilingan atau membentuk daun teh hijau dilakukan dengan mesin. Di Cina, high-end daun adalah tangan-digulung menjadi berbagai bentuk, termasuk keriting, memutar, lancip, bulat, dan banyak lagi. Rolling teh menciptakan tampilan yang berbeda, serta mengatur pelepasan zat alami dan rasa bila direndam dalam cangkir.
* 7 Di Jepang, sejumlah rolling dan pengeringan langkah terjadi. Sebuah mesin khusus digunakan untuk menyelesaikan rolling dan pengeringan langkah pertama secara bersamaan dan memakan waktu sekitar 48 menit. Daun teh kering untuk meningkatkan kekuatan mereka sehingga mereka dapat ditekan selama proses pengeringan berikutnya. Moisture dari kedua permukaan dan dari bagian dalam daun teh akan dihapus menggunakan mesin ini.
* 8 Mesin ini terdiri dari sebuah kumparan dengan jari berbentuk ekstensi yang mengaduk daun sementara udara panas (pada 93,2-96,8 ° F [34-36 ° C]) ditiupkan ke dalam mesin. Meskipun suhu bergulir secara otomatis dikendalikan oleh komputer, masih penting
Setelah dipanen, daun teh dikeringkan untuk mencegah fermentasi. Di Cina, panci pembakaran digunakan. Di Jepang, daun adalah uap kering. Daun kering tersebut kemudian dibentuk atau digulung untuk mengatur pelepasan zat alami dan rasa bila direndam dalam cangkir, serta membuat daun seragam bulat. Di Jepang, teh dikeringkan lagi untuk mengurangi kadar air sampai sekitar 5% sebelum kemasan.

Once harvested, the tea leaves are dried in order to prevent fermentation. In China, pan firing is used. In Japan, the leaves are steam dried. The dried leaves are then shaped or rolled in order to regulate the release of natural substances and flavor when it is steeped in the cup, as well as create a uniformly rounded leaf. In Japan, the tea is dried once more to reduce its moisture content to about 5% before packaging.
Setelah dipanen, daun teh dikeringkan untuk mencegah fermentasi. Di Cina, panci pembakaran digunakan. Di Jepang, daun adalah uap kering. Daun kering tersebut kemudian dibentuk atau digulung untuk mengatur pelepasan zat alami dan rasa bila direndam dalam cangkir, serta membuat daun seragam bulat. Di Jepang, teh dikeringkan lagi untuk mengurangi kadar air sampai sekitar 5% sebelum kemasan.
untuk operator menyentuh teh dengan tangan untuk memastikan itu terasa benar.
* 9 Karena tingkat kelembaban masih bervariasi untuk berbagai bagian daun atau dari satu daun ke yang lain di akhir langkah pertama, lain proses pencanaian terjadi untuk seragam mendistribusikan kelembaban yang tersisa di daun. Proses ini gulungan daun dengan menekan bawah disk yang berputar untuk membawa kelembaban dari pusat daun ke permukaan. Proses ini dilakukan pada suhu kamar selama 24 menit.
* 10 Selanjutnya, daun pergi ke mesin rolling / pengeringan, yang menggunakan pedal berputar dalam drum berputar untuk mengubah daun menjadi bentuk bulat. Proses ini memakan waktu sekitar 40 menit. Hal ini sangat penting untuk mengambil daun pada tingkat kelembaban yang sama setiap waktu.
* 11 Daun teh tersebut dikeluarkan dari mesin sebelumnya, dipisahkan menjadi porsi kecil dan ditempatkan dalam pot. Mereka secara bertahap digulung menjadi bulat kecil atau bentuk jarum menggunakan pemberat. Langkah ini membutuhkan waktu 40 menit dan menghapus sebagian besar kelembaban. Proses total sejauh ini memakan waktu sekitar tiga jam dibandingkan dengan bergulir tangan dan pemanas yang dapat memakan waktu hingga 10 jam.

Akhir pengeringan

* 12 Di Jepang, teh hijau harus dikeringkan selama sekitar 30 menit setelah langkah bergulir akhir untuk penyimpanan. Teh ini tersebar pada perangkat-jenis ulat dan dikeringkan perlahan-lahan sampai sekitar kadar air 5% atau kurang. Pada tahap ini teh setengah olahan, disebut aracha, dikirim ke pedagang teh atau grosir untuk pemrosesan akhir. Aracha tidak seragam dalam ukuran dan masih mengandung batang dan debu.

Pengolahan pasca

* 13 Setelah teh dikirim ke grosir di Jepang, itu mengalami langkah-langkah lain untuk menghasilkan produk akhir. Sebuah nilai mesin khusus dan memotong teh dengan ukuran partikel, bentuk, dan kebersihan, tergantung pada kualitas akhir yang diinginkan. Mesin menggunakan saringan mekanis atau sifters dilengkapi dengan jerat ukuran yang sesuai, serta memotong perangkat untuk mencapai kualitas teh. Langkah pengeringan berikut untuk menghasilkan rasa aromatik, diikuti dengan pencampuran sesuai spesifikasi pelanggan, pengepakan dan akhirnya pengiriman ke toko-toko ritel. Di negara lain, pemilahan sama, penimbangan, dan langkah-langkah kemasan terjadi setelah proses pembentukan.

Quality Control

Kualitas teh hijau tergantung pertama pada menggunakan daun teh yang baik. Kualitas alami dari daun, termasuk warna dan aroma, maka harus dijaga selama proses manufaktur untuk menghasilkan teh hijau yang baik. Di Jepang, ini melibatkan pengendalian suhu sampai 93,2-96,8 ° F (34-36 ° C) selama rolling penyimpanan, pengeringan, dan. Karena daun teh dapat menghasilkan panas mereka sendiri, udara dingin dihembuskan ke bagian bawah wadah untuk menjaga daun pada suhu yang tepat selama penyimpanan.

Pemerintah Jepang juga mata pelajaran semua teh diekspor ke pemeriksaan yang ketat. Sampel standar, yang ditetapkan pada awal musim teh setiap tahun, digunakan untuk membandingkan berbagai properti dari produk jadi dengan sampel. Daun, batang, air, kadar, aroma, rasa, dan warna semua kaku diperiksa. Ada juga analisis kimia ketat untuk menentukan tannin, kafein, vitamin, dan mineral isi. Teh diekspor hanya setelah melewati tes ini.
Masa Depan

Meskipun manfaat kesehatan dari teh hijau telah dikenal selama berabad-abad, penelitian terbaru memberikan bukti nyata dari manfaat ini. Penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau dapat mencegah kanker karena mengandung catechin, komponen utama dari teh. Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa penduduk di daerah yang ditujukan untuk produksi teh hijau di wilayah tengah dan barat Prefektur Shizuoka, yang minum teh setiap hari, memiliki tingkat kematian lebih rendah secara signifikan untuk semua jenis kanker dibandingkan dengan daerah lain.

Temuan ini didukung oleh hewan percobaan menunjukkan bahwa teh hijau mengurangi pertumbuhan tumor. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat menghambat pembentukan nitrosamine dikenal karsinogen atau bahan kimia penyebab kanker.

Teh hijau catechin juga telah ditunjukkan untuk membatasi kenaikan berlebihan dalam kolesterol darah pada hewan dan manusia, serta mencegah tekanan darah tinggi. Manfaat lain dari catechin termasuk membunuh bakteri dan virus influenza, mencegah halitosis, menghambat peningkatan gula darah, dan memerangi bakteri kariogenik. Teh hijau (terutama matcha) juga mengandung vitamin penting (C, B kompleks, dan E), fluor (untuk mencegah gigi berlubang), asam amino (untuk menurunkan tekanan darah), dan polisakarida (menurunkan gula darah). Teh hijau merupakan antioksidan kuat juga dan bahkan lebih kuat daripada vitamin E atau vitamin C karena kehadiran polifenol, seperti epigallocatechin gallate (EGCG).

Ekstrak teh hijau juga dapat membuat strain yang resistan terhadap obat bakteri yang menyebabkan infeksi kulit lebih sensitif terhadap penisilin, laporan peneliti Inggris. Para peneliti juga menemukan bahwa ekstrak teh diencerkan bertindak sinergis dengan antibiotik, membuat mereka lebih kuat terhadap strain tertentu dari jenis bakteri.

Selain mencegah atau menyembuhkan penyakit ini lebih umum, penelitian pendahuluan menunjukkan kemampuan antivirus dari catechin teh hijau mungkin memiliki beberapa efek yang menguntungkan dalam memerangi AIDS. Uji laboratorium telah memverifikasi bahwa catechin dapat menghambat aktivitas virus AIDS. Bukan hanya dikenal sebagai minuman populer Jepang, teh hijau dengan demikian dapat menjadi penting “baru” obat abad kedua puluh satu untuk seluruh dunia.
Dimana untuk Mempelajari Lebih Banyak
Buku-buku

Mitscher, Lester A. dan Victoria Dolby. Buku Green Tea: Fountain China Youth. Avery Publishing Group, 1997.

Oguni, Dr Itaro. Teh Hijau dan Kesehatan Manusia. Universitas Shizuoka, Jepang Asosiasi Eksportir Teh ‘.

Okakura, Kakuzo. Kitab Teh. Dover Publications Inc, 1964.

Rosen, Diana. Kitab Green Tea. Storey Books Inc, 1998.
Lain

Asosiasi Teh Jepang Eksportir itu. 17 Kitabancho, Shizuoka, Jepang 420-0005. +81-54-271-3428. Fax: +81-54-271-2177.

Maruichi Green Tea Farm. http://www.maruichi-jp.com (2 Februari, 1999).

Para Teaman itu Teh Bicara. http://www.teatalk.com (30 Juni 1998).

Salon Teapot. http://www.iris.orjp/-hamadaen/ (1996).

Tags

2332-635206327859945000_cm-scale_w-800_h-710_q-80 (1)

Membuat Pembeku Makanan

Usaha Pembeku Makanan

Cara Membuat Pembeku Makanan

Makanan beku di mana-mana di supermarket Amerika, dan yang makin menjadi bagian dari industri makanan di seluruh dunia. Buah dan sayuran biasanya dibekukan beberapa jam setelah ditangkap, dan ketika dicairkan, mereka sangat dekat dengan segar dalam rasa dan tekstur. Makanan beku adalah semakin populer di waktu-kelaparan rumah tangga Amerika. Jika makanan bisa dipanaskan dalam microwave, total waktu dari freezer ke meja bisa kurang dari lima menit. Selain menawarkan rasa segar dan kenyamanan, pembekuan juga merupakan metode yang aman pelestarian, sebagai patogen yang paling tidak aktif pada suhu rendah.

Industri makanan beku tanggal kembali ke tahun-tahun awal abad kedua puluh, ketika beberapa makanan yang diawetkan dengan metode yang disebut dingin-pack. Penangan makanan akan mencuci dan semacam buah atau sayuran, kemudian pak mereka dalam wadah yang besar memegang 30-400 lb (14-180 kg). Wadah besar ditempatkan di ruang penyimpanan dingin selama beberapa hari sampai massa membeku padat. Makanan kemasan dingin yang tidak memiliki kualitas makanan beku modern karena waktu yang dibutuhkan untuk makanan membeku. Dalam pembekuan lambat, air dalam makanan mengkristal, membentuk jarum besar es. Ini pecahan es menghancurkan dinding sel, dan jadi ketika makanan tersebut dicairkan, mereka telah memburuk dalam rasa dan tekstur. Inovasi yang membuat industri makanan beku saat ini mungkin adalah penemuan pembekuan cepat oleh Clarence Birdseye.

Birdseye lahir di Brooklyn, New York, pada tahun 1886 dan mempelajari biologi di Amherst College sebelum melayang ke Kutub Utara Kanada untuk bekerja sebagai pedagang bulu dan penjebak. Hidup dengan keluarganya di sebuah pondok terpencil Labrador, Birdseye menjadi terpesona dengan makanan beku, dan dia bereksperimen dengan berbagai jenis daging dan sayuran. Birdseye mencatat bahwa ikan yang baru ditangkap yang membeku dalam hitungan detik di bawah nol kutub udara terasa sangat enak ketika kemudian dicairkan dan dimasak. Dia bereksperimen dengan cepat-beku makanan lain, termasuk buah-buahan dan sayuran, dan segera menjadi yakin bahwa ia memiliki sebuah usaha komersial yang layak. Birdseye kembali dari Kanada pada 1917 dan mengabdikan dirinya untuk menciptakan perangkat pembekuan mekanik. Ia memenangkan hak paten pertamanya pada tahun 1921, dan mendirikan sebuah perusahaan ikan beku di New York pada tahun 1923.

Bisnis makanan beku pertama gagal untuk memicu minat, dan perusahaan kedua ia mendirikan di Gloucester, Massachusetts juga layu. Namun Birdseye terus mengembangkan teknologi pembekuan baru, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membekukan makanan. Pada tahun 1929, General Foods Corporation dibeli perusahaan Birdseye, membayar jumlah yang sangat besar untuk paten nya. General Foods membuat kampanye pemasaran yang intensif, memasang freezer di toko-toko kelontong dan mengembangkan mobil freezer rel untuk jarak jauh distribusi. Meskipun keluarga Amerika masih mengejek makanan beku, perusahaan mulai membuat terobosan dengan pembuat makanan komersial seperti rumah sakit dan sekolah. Tentara Amerika makan makanan beku selama Perang Dunia II, dan setelah perang, industri tinggal landas. Freezer rumah tumbuh item lebih besar, dan semakin banyak, dari sayuran untuk pizza untuk makan seluruh, menjadi tersedia di toko kelontong.

Birdseye pertama membeku ikan dan sayuran dengan cara merendam mereka dalam air garam yang beredar didinginkan sampai sekitar -45 ° F (-42,8 ° C). Kemudian ia mengembangkan froster sabuk disebut. Ini melewati paket makanan antara dua sub-nol permukaan logam, dan didinginkan atas dan bawah pada saat yang sama. Hal ini sangat menurunkan waktu yang dibutuhkan untuk membekukan makanan. Inovasi lain disebabkan oleh ilmuwan General Foods adalah proses blanching sayuran sebelum titik beku. Blansing mensyaratkan merendam sayuran dalam air mendidih selama beberapa menit untuk menghentikan aktivitas enzim tertentu. Ini diawetkan rasa mereka jauh lebih efektif. Metode terbaru dari pembekuan biasanya menggunakan metode udara ledakan, di mana ultra-dingin udara ditiupkan pada makanan di sebuah terowongan sempit, atau dengan metode tidak langsung, di mana makanan tersebut diteruskan pelat logam didinginkan oleh cairan didinginkan. Makanan juga dapat dibekukan cryogenically. Dalam metode ini, lapisan luar makanan dibawa ke jauh di bawah titik beku mereka yang sebenarnya dengan melewati cepat melalui sebuah terowongan didinginkan dengan nitrogen cair ke level -80 – 120 ° F (62,2—84,4 ° C). Setelah keluar makanan terowongan kriogenik, panas dari inti makanan menembus ke luar, sehingga dalam keadaan beku akhir stabil. Beberapa produk juga menggunakan metode perendaman. Untuk makanan dengan kuah kental atau lengket permukaan, permukaan mungkin direndam dalam cairan ultra didinginkan hanya beberapa detik, dan kemudian makanan bisa dibekukan oleh udara-peledakan.

Metode pembekuan yang optimal sangat bervariasi dengan setiap produk makanan. Dan tidak setiap makanan membeku dengan baik. Varietas tertentu kacang polong atau stroberi misalnya telah ditemukan untuk membekukan terbaik. Ini mungkin karena tekstur perusahaan mereka atau kadar gula tertentu. Jadi petani akan menanam varietas khusus di bawah kontrak dengan perusahaan makanan beku.
Bahan Baku

Bahan baku untuk makanan beku mencakup apa pun yang akan dibekukan, misalnya ikan, ayam, kacang hijau, pizza. Dalam kebanyakan kasus, makanan secara khusus dibudidayakan atau diadaptasi untuk pembekuan. Dalam hal makanan penutup beku seperti kue dan kue atau hidangan seperti roti daging dan saus, resep harus diuji dan diubah sehingga membeku dengan baik. Perusahaan-perusahaan besar akan memesan bahan yang optimal sesuai dengan standar mereka telah mendirikan selama pengujian produk mereka. Misalnya mie digunakan dalam hidangan pasta beku dapat dipesan dalam jumlah besar dari distributor yang membuat mereka dalam luas tertentu tertentu atau konten viskositas atau tepung sesuai dengan kebutuhan yang tepat dari produsen makanan beku. Dalam hal ini, bahan dalam makanan yang beku mungkin berbeda dari apa koki rumah akan membeli di supermarket. Tapi secara umum, makanan beku tidak memerlukan sejumlah bahan tambahan seperti pengawet. Ditambahkan bahan yang paling sering pengental dan stabilisator seperti tepung, permen xanthan, dan karagenan. Ini membantu mempertahankan tekstur yang diinginkan dari makanan setelah thawing. Resep untuk makanan ditakdirkan untuk freezer juga dapat berbuat lebih baik dengan penambahan saus atau glasir, karena ini melindungi makanan dari dehidrasi ketika lewat di bawah ledakan udara beku. Sayuran atau buah ditakdirkan untuk pembekuan juga dapat diambil pada waktu yang berbeda dari yang mereka akan jika mereka akan dijual segar, karena mereka perlu berada di kelembutan yang optimal.

Peralatan yang beku biasanya terbuat dari stainless steel dan logam lainnya. Gas yang digunakan untuk pembekuan adalah amonia yang paling umum. Freon digunakan dalam beberapa sistem, meskipun karena itu rusak lapisan ozon, amonia lebih ramah lingkungan. Pembekuan kriogenik menggunakan nitrogen cair.
Manufaktur
Proses

Proses sebenarnya pembekuan item makanan bervariasi agak tergantung pada apa yang akan dibekukan. Kacang adalah sayuran beku yang paling umum, setelah hampir diganti kacang polong segar di supermarket Amerika. Proses kacang khas untuk sayuran banyak. Proses khas untuk hidangan beku berikut.
Budidaya kacang polong

* 1 Peas yang tumbuh terutama di Washington dan Oregon dan di Midwest utara, yaitu, Wisconsin dan Minnesota. Makanan prosesor biasanya kontrak dengan petani untuk menanam tanaman mereka sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan untuk pembekuan. Para petani menanam berbagai kacang yang telah disetujui sebagai freezer baik. Varietas utama adalah Kesempurnaan Kulit Gelap dan Thomas Laxton. Jadwal panen perlu disepakati oleh kedua petani dan produsen. Produsen dapat mengukur kepekaan dari kacang polong, dan juga akan mengevaluasi seberapa banyak volume pabrik pembekuan dapat menampung. Kacang polong perlu dibekukan beberapa jam setelah memilih, dan jika backlog berkembang di pabrik pembekuan, beberapa kacang polong mungkin memburuk.

Memilih dan mencuci

* 2 kacang polong dapat dipetik dengan tangan atau secara otomatis. Kemudian, mesin yang disebut Viner sebuah menghapusnya dari cangkangnya. Jika pabrik pengolahan berdekatan dengan ladang, kacang polong yang dibawa sana. Jika transportasi truk diperlukan, mereka didinginkan dengan air es, kemudian dikemas dalam es untuk transportasi. Di pabrik, kacang polong dibuang ke tempat tidur dan disemprot dengan air untuk menghilangkan debu dan kotoran.

Blansing

* 3 The kacang dibersihkan yang selanjutnya diteruskan ke dalam sebuah tong air mendidih selama beberapa menit. Ini membunuh enzim yang mempengaruhi rasa dari kacang polong, tetapi tidak memasak mereka. Setelah blansing, kacang polong yang didinginkan dengan air dan kemudian diteruskan ke penyortir berat jenis.

Penyortiran

* 4 The kacang polong yang berikutnya diurutkan untuk menghilangkan, kacang polong tua tepung. Mereka tenggelam dalam air dengan kadar garam yang ditentukan. Kacang polong lembut mengapung ke atas tangki air garam, sementara kacang polong dengan kandungan pati tinggi tenggelam ke dasar. Kacang polong tender kemudian disemprot dengan air bersih untuk menghilangkan garam, dan mereka lolos ke area inspeksi.

Inspeksi

* 5 Di bidang inspeksi, pekerja melirik kacang polong ketika mereka bergerak bersama ikat pinggang. Pekerja gesit memilih setiap kacang polong berubah warna atau off, dan juga setiap batu atau detritus bidang lain yang mungkin telah sampai sejauh ini.

Clarence Birdseye
Clarence Birdseye

Lahir di Brooklyn, New York, Clarence “Bob” Birdseye dihadiri Amherst College selama dua tahun sebelum meninggalkan tahun 1912 untuk memanjakan semangatnya petualangan dengan bulu-trading dan perangkap di Labrador, Kanada. Birdseye kembali ke Labrador pada tahun 1916 dengan istri barunya dan bayi. Untuk melestarikan beberapa sayuran segar yang mendapat tempat untuk Labrador dengan kapal, Birdseye mulai bereksperimen dengan metode Eskimo cepat-beku makanan. Ia disimpan kubis segar dalam barel dengan air laut yang membeku dengan cepat dalam iklim subzero Arktik. Birdseye juga bereksperimen dengan cepat-beku ikan dan daging karibu. Ketika dicairkan, makanan ini tetap lembut dan segar rasa, tidak seperti metode sebelumnya yang melibatkan penyimpanan dingin lambat.

Birdseye kembali ke Amerika Serikat pada 1917 bertekad untuk mengembangkan metode komersial pembekuan cepat, bereksperimen dengan sebuah kipas angin listrik, kue es, dan air garam garam. Pada tahun 1923, ia menginvestasikan segala yang ia miliki di Seafoods Birdseye, pemasaran ikan beku. Pada tahun 1924, ia dan tiga mitra didirikan Seafoods Umum di Gloucester, Massachusetts, yang menjadi perusahaan pertama yang menggunakan teknik pembekuan cepat kering makanan dalam kompak, blok packageable.

Perusahaan Postum membeli bisnis Birdseye dan 168 paten pada tahun 1929 sebesar $ 22 juta. Perusahaan ini menamai dirinya General Foods dan dipasarkan makanan beku di bawah merek dagang Mata Burung.

Setelah penjualan, Clarence Birdseye mengabdikan dirinya untuk lebih menciptakan, memperoleh lebih dari 300 paten, termasuk yang untuk lampu panas inframerah, tombak ikan paus memancing, metode dehidrasi makanan, dan lampu sorot untuk menampilkan jendela toko.
Kemasan dan pembekuan

* 6 Kemasan dapat mendahului pembekuan, atau kacang polong mungkin secara individual cepat beku dan kemudian kotak, tergantung pada pabrik pengolahan. Pembekuan bisa dengan salah satu metode standar. Jika mereka dibekukan sebelum pengepakan, kacang polong mungkin melewati terowongan ledakan di mana ultra berpendingin udara membeku mereka. Atau mereka dapat dimuat pada sabuk yang membawa mereka ke dalam kontak dengan pelat logam didinginkan dari bawah oleh amonia dingin. Jika mereka dikemas sebelum pembekuan, kotak tertutup dapat dimuat ke dalam baki. Baki adalah

Frozen Vegetable

Sayuran Beku
ditumpuk dalam freezer multi-plat, yang membawa paket kacang polong ke dalam kontak dengan plat dingin baik di atas dan di bawah. Kemudian pekerja memuat paket beku ke dalam peti pengiriman dan memindahkan mereka ke ruang penyimpanan dingin untuk menunggu pengiriman.

Pengujian resep hidangan beku

* 7 Sebuah perusahaan besar yang ingin membawa makanan beku baru pertama akan menguji resep secara luas di dapur uji. Bahan dari distributor yang berbeda akan mencoba untuk menemukan bahan yang mempertahankan kualitas mereka dalam freezer, dan yang rasa terbaik. Perusahaan ini akan mengumpulkan umpan balik konsumen dengan meminta pelanggan tes untuk mencoba makan di rumah, memanaskannya baik dalam oven konvensional dan microwave oven. Resep akhir dapat dicapai setelah berbulan-bulan menguji dan mengevaluasi.

Percontohan produksi

* 8 Sebelum pindah ke skala produksi penuh, produsen utama akan mencurahkan waktu untuk produksi pilot dari hidangan beku baru. Mayor produsen makanan beku mungkin memiliki fasilitas yang terpisah hanya untuk berjalan tes, atau pabrik mungkin memiliki satu jalur produksi yang mengalihkan. Proses memasak sini berbeda dapat dicoba, misalnya untuk menentukan dengan tepat berapa lama untuk memasak bahan yang terpisah. Semua bug di proses harus dikerjakan pada tahap ini.

Dari oven ke freezer

* 9 Ketika semuanya berjalan lancar pada tahap produksi pilot, produsen mulai memproduksi makanan beku dalam jumlah. Hidangan yang ditanak dan dirakit di atas nampan. Biasanya makanan panas tidak memerlukan periode pendinginan sebelum pindah ke freezer. Ini mungkin dibekukan oleh salah satu dari tiga metode standar. Hal ini dapat “telanjang” udara meledak, yaitu, dikirim melalui sebuah terowongan freezer udara-ledakan di pra-paket negaranya. Ini mungkin cryogenically dibekukan dengan cara yang sama. Atau dapat dikemas, dan kemudian udara meledak.

Pengemasan

* 10 Dalam semua tapi operasi yang sangat terkecil makanan beku, sekali makan telah melewati freezer, semua tahapan pengepakan sepenuhnya otomatis. Makanan beku di atas nampan yang lewat pada sabuk untuk peralatan mekanik bahwa kantong itu, menempatkan dalam karton, lalu tumpukan karton dalam sebuah kasus. Kasus tersebut kemudian diletakkan pada palet, dan tahap ini terlalu sering benar-benar otomatis. Jika para pekerja palletizing karton, mereka mengenakan cuaca dingin gigi untuk perlindungan. Palet disimpan dalam gudang didinginkan sampai antara 0 – 20 ° F (17,8—28,9 ° C).

Distribusi

* 11 Semua distribusi lebih lanjut dari makanan beku harus dilakukan pada 0 ° F (- 17,8 ° C) atau lebih dingin. Dengan kata lain, truk atau mobil kereta api yang membawa palet harus disimpan

Frozen Vegetable

Sayuran Beku
untuk suhu ini, dan harus gudang, gudang, dan kasus freezer mana kasus yang kemudian disimpan.

Quality Control

Makanan beku harus hati-hati diperiksa sebelum dan setelah pembekuan untuk memastikan kualitas. Ketika sayuran tiba di pabrik pengolahan, mereka diberi inspeksi keseluruhan cepat untuk kualitas umum. Kacang polong diperiksa secara visual lagi seperti pada langkah lima, di atas, untuk memastikan bahwa hanya kacang polong mutu yang sesuai pergi untuk kemasan dan langkah pembekuan. Pekerja laboratorium juga menguji kacang polong untuk bakteri dan benda asing, menarik sampel acak dari jalur produksi pada berbagai titik. The, dikemas sayuran beku juga diuji secara acak oleh pekerja laboratorium yang memasak dan mencicipi mereka. Peralatan pembekuan juga dibersihkan pada selang waktu tertentu, sehingga benar-benar steril. Produsen kerja pembeku dengan produsen makanan untuk mengembangkan mesin yang mudah untuk membersihkan dan memelihara. Para produsen peralatan juga dapat bekerja dengan pelanggan mereka untuk memeriksa dan memperbaiki mesin agar bekerja dengan cara yang seharusnya. Untuk makanan beku, jika daging setiap digunakan, Departemen Pertanian AS memiliki pengawasan, dan akan mengirim inspektur untuk memastikan produsen adalah menjaga peralatan dengan baik dan bahwa daging disimpan pada suhu yang tepat selama proses produksi. Namun, jika makanan beku mengandung daging, terserah kepada produsen itu sendiri untuk mempertahankan kondisi ideal, dan ada lembaga pemerintah bertanggung jawab langsung untuk pengendalian kualitas.
Masa Depan

Pada akhir 1990-an, industri makanan beku memperluas baik di dalam pasar AS dan luar negeri. Mendorong industri terbesar adalah apa yang disebut rumah makan pengganti, yaitu, makanan beku keseluruhan yang mengambil tempat memasak dari awal. Konsumen lebih bersedia untuk perdagangan kenyamanan makanan beku untuk kepuasan menyiapkan makan malam mereka sendiri dari makanan segar. Ini berarti bahwa industri ditantang untuk datang dengan hidangan beku yang lebih rumit, yang dibutuhkan pengujian lebih dan eksperimen untuk menarik dari dari sayuran beku relatif sederhana atau wafel. Ilmuwan makanan masih bekerja di luar kimia dan fisika dari makanan beku, belajar misalnya hubungan antara molekul rendah gula berat dan stabilisator berat molekul tinggi dalam resep dalam rangka untuk lebih memprediksi apa yang akan membekukan makanan dengan baik.

Pembekuan Cryongenic juga merupakan metode pembekuan yang relatif baru yang mungkin mendapatkan pengikut. Karena tidak semua manfaat dari makanan dibekukan cara ini, beberapa produsen peralatan sedang merancang beberapa penggunaan mesin yang menggabungkan metode pembekuan.
Dimana untuk Mempelajari Lebih Banyak
Periodicals

Beras, Judy. “B-r-r-r-reakthroughs dalam Teknologi Pembekuan.” Olahan Makanan (November 1996).

Smith, Brian. “Pembekuan Makanan cryogenic: Panduan untuk Penggunaan Efisien Terowongan Pembekuan Makanan.” Makanan Beku Intisari (Juli 1994).

“Menstabilkan Freeze Besar.” Olahan Makanan (Januari 1996).

 

 

 

 

Tags

bola-kaca-lampu-hiburan

Membuat Lampu Hiburan

Usaha Lampu Hiburan

Cara Membuat Lampu Hiburan

Festival di sejumlah peradaban kuno dirayakan dengan lampu; setiap dan semua ini mungkin menjadi inspirasi untuk lampu yang kita gunakan untuk menghias pohon Natal dan eksterior dari rumah. Druid di Prancis dan Inggris percaya bahwa pohon oak adalah suci, dan mereka dihiasi dengan lilin dan buah untuk menghormati dewa-dewa mereka cahaya dan panen. Festival Romawi kuno Saturnalia termasuk pohon-pohon dihiasi dengan lilin dan hadiah kecil. Penyembahan pohon sebagai rumah dari roh-roh dan dewa-dewa mungkin telah menyebabkan tradisi pohon Natal dan tradisi yang telah lama disertai dengan kebiasaan sahabat penghiasan pohon dengan lampu brilian membangkitkan bintang, perhiasan, es berkilau, dan bersorak liburan.
Sejarah

Dari awal Kekristenan sampai sekitar 1500, pohon kadang-kadang dihiasi luar rumah, tapi mereka tidak dibawa ke dalam rumah. Salah satu legenda mengatakan bahwa Martin Luther (1483-1546), ayah dari Protestan, berjalan melalui hutan cemara pada Malam Natal. Keindahan bintang-bintang berkilau di antara pepohonan menyentuh hatinya, ia mengambil rumah pohon kecil dan meletakkan lilin di cabang-cabangnya untuk menciptakan efek bagi keluarganya. Pohon Natal menjadi adat di Jerman, dan Jerman kelahiran Pangeran Albert mengambil tradisi ini dengan dia ke Inggris ketika menikahi Ratu Victoria selama pertengahan abad kesembilan belas. Pohon Natal pertama di Windsor Castle dihiasi dengan lilin, roti jahe, permen, dan buah.

Demikian pula, pemukim Jerman membawa pohon Natal ke Amerika di mana pohon pertama ditampilkan di Pennsylvania pada 1851. Lilin diikat di dahan pohon dengan pemegang lilin-semakin boros, beberapa dengan kaca berwarna yang membuat lampu tampil berwarna. Tentu saja, praktek menggunakan lilin itu berbahaya; banyak pasukan pemadam kebakaran dipanggil untuk memadamkan kebakaran yang dimulai oleh lilin yang telah dinyalakan pohon atau rambut panjang atau gaun dari wanita. Lilin pada pohon dinyalakan selama beberapa menit saja dan kadang-kadang hanya pada malam Natal atau Hari Natal; kebiasaan pohon pencahayaan untuk waktu yang lama harus menunggu sampai penemuan bola lampu listrik.

Lilin yang mahal pada pertengahan 1800-an, dan lemak lampu atau nutshells dengan sumbu minyak dan mengambang juga digunakan. Berbagai bentuk tanda kurung dan rintangan untuk memegang lilin, piring tetes menggantung di bawah lilin, dan lilin memutar untuk menyalurkan lilin meleleh upaya untuk membatasi bahaya kebakaran dan kekacauan menetes lilin. Pada tahun 1867, Charles Kirchhof dari Newark, New Jersey, menemukan pemegang kontra-tertimbang lilin yang memiliki berat untuk keseimbangan ditunda di bawah cabang di bawah lilin. Jumlah tersebut diadakan lilin tegak, dan itu juga dicat cerah atau dihiasi untuk menambah spot warna pohon. Pada 1879, lilin semi-klip diciptakan oleh Frederick Arzt New York. Klip ini jauh lebih ringan dalam berat dari mengimbangi, dan itu digunakan sampai tahun 1920 ketika lampu listrik padam akhirnya penggunaan lilin di pohon Natal.

Lampu-lampu listrik pertama untuk Natal debutnya hanya tiga tahun setelah Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pada tahun 1879. Edward Johnson, warga New York dan seorang rekan Edison, adalah yang pertama untuk memiliki pohon Natal elektrik dinyalakan di rumahnya pada tahun 1882. Bola kecil yang tangan ditiup dan lampu-lampu tangan-kabel untuk membuat acara ini mungkin, tapi membuka jalan bagi perusahaan listrik Edison yang menghasilkan miniatur, lampu dekoratif untuk chandelier dan kegunaan lain dari hari-hari awal. Lampu listrik muncul di pohon Natal Gedung Putih pada tahun 1895 ketika Grover Cleveland adalah Presiden.

General Electric (GE) membeli hak cahaya bohlam produksi dari Edison pada tahun 1890, tetapi GE awalnya hanya membuat lampu porselen cahaya. Untuk menyalakan pohon, keluarga harus menyewa “Wireman” yang memotong panjang berlapis karet kawat, dilucuti ujung kabel, diikat ke soket dengan sekrup kuningan, dilengkapi soket yang lebih besar ke stopkontak listrik atau tempat cahaya, dan menyelesaikan perakitan dari serangkaian lampu. Ini terlalu mahal dan tidak praktis bagi kebanyakan keluarga. Pada tahun 1903, Perusahaan Selalu Siap New York diakui kesempatan dan mulai festoons pembuatan 28 lampu. Dengan 1907, Selalu Siap sedang membuat set standar dari delapan lampu seri-kabel; dengan menghubungkan set atau pakaian, string lagi dari lampu bisa dibuat.

Selalu Siap tidak memiliki paten pada string seri-kabel lampu, dan ini sistem kabel dasar diadaptasi oleh banyak perusahaan kecil lainnya. Set ini tidak selalu aman, dan episode kebakaran pohon mengangkat alarm publik. Pada tahun 1921, Underwriters Laboratories (UL) yang ditetapkan persyaratan keselamatan pertama untuk lampu Natal. Sejumlah produsen cahaya bergabung pada tahun 1927 untuk membentuk Outfit Nasional Manufacturers Association (noma), yang kemudian mendominasi bisnis lampu Natal, dengan GE dan Westinghouse sebagai pembuat bola terkemuka. Juga pada tahun 1927, GE memperkenalkan kabel paralel yang diizinkan bola lampu untuk tetap bersinar ketika seseorang pada tali terbakar habis.

Bentuk bola juga berevolusi. Pada tahun 1909, Perusahaan Kremenetzky Listrik Wina, Austria, mulai membuat bola miniatur dalam bentuk binatang, burung, bunga, dan buah. Perusahaan di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman juga membuat lampu kiasan, tetapi Kremenetzky konsisten membuat kaca yang paling indah yang menyerahkan-dicat. Perang Dunia I berakhir masuknya lampu Austria. GE membuat mesin-besaran bentuk mulai tahun 1919, dan industri ringan-bola Jepang, maka dalam masa pertumbuhan, mulai mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Austria. Teknik-teknik Jepang terus membaik dan cukup canggih dengan 1930, tetapi perdagangan ini berakhir dengan Perang Dunia II.

Noma mulai membuat kap lampu kecil dengan tokoh-tokoh Disney pada mereka untuk cocok di lampu miniatur standar pada tahun 1936. Keberhasilan bola paling spektakuler miniatur adalah terang gelembung. Carl Otis menciptakannya di akhir 1930-an, tetapi Perang Dunia II juga terganggu perkembangan ini. Lampu gelembung akhirnya diperkenalkan pada tahun 1945, mencapai puncaknya pada popularitas pada pertengahan 1950-an, dan menurun pertengahan 1960-an. Lampu cebol yang disebut, lampu cebol binar, atau lampu Italia miniatur mulai berdatangan dari Eropa pada 1970 dan menjadi best seller sepanjang masa di bisnis lampu pohon Natal.
Bahan Baku

Lampu liburan terbuat dari tiga set bahan. Senar terdiri dari 22-gauge kawat tembaga yang dilapisi polyvinyl chloride hijau atau putih (PVC) plastik. Produsen khusus memasok kawat pada kelos yang memegang 10.000 kaki (3.048 m) dari kawat. Dua colokan memulai dan mengakhiri setiap rangkaian lampu, dan mereka terbuat dari-cetakan injeksi plastik. Lampu diadakan di pemegang lampu yang juga-cetakan injeksi plastik dan mengandung logam kontak tembaga.

Set kedua bahan masuk ke dalam pembuatan bola lampu. Bola yang terbuat dari kaca ditiup, filamen logam, kawat logam kontak, dan basis plastik. Umbi dibuat dalam kaca bening untuk menghasilkan cahaya putih, atau mereka yang dicat untuk bersinar dalam warna berbagai macam.

Akhirnya, set jadi lampu memerlukan bahan kemasan. Ini termasuk nampan plastik, kotak kardus dilipat tampilan, dan karton pengiriman yang memegang beberapa set lampu kotak. Karton pengiriman terbuat dari karton bergelombang. Setiap set juga dikemas dengan perekat yang didukung label keselamatan dan instruksi kertas dan lembar informasi. Semua barang kertas yang dibuat oleh pemasok luar dan diproduksi dari bahan daur ulang.
Disain

Desain dasar untuk lampu liburan terdiri dari string mencoba-dan-benar hijau plastik yang tertutup kawat dengan bola lampu yang jelas atau berwarna. Aspek desain meliputi jumlah lampu pada string (dalam kelipatan 25 dengan 25, 50, 100, atau 125 lampu) dan apakah string hanya berisi lampu jelas, lampu dari satu warna, atau warna berbagai macam lampu.

Kabel hijau dibuat awalnya untuk berbaur dengan cabang-cabang hijau evergreen, baik sebagai pohon Natal dalam ruangan atau semak-semak di luar ruangan. Lampu-lampu kecil yang digunakan untuk liburan lainnya dan untuk menampilkan taman, jadi string dengan kabel putih yang dibuat untuk keperluan dekorasi lainnya. Plastik mencakup untuk lampu juga dirancang dengan tema Natal dan anak serta berbagai luar biasa untuk pesta dekorasi dari ikan akuarium untuk cabai.

Desain terbaru untuk mengambil pasar oleh badai dekorasi adalah jala lampu yang dapat tersebar di semak-semak untuk menghemat waktu dalam mendekorasi, dan lampu es yang terlihat seperti es putih panjang tergantung dari atap rumah. Serat optik lampu juga menjadi tersedia pada 1990-an, mereka adalah string dasar lampu kawat dan ringan, tetapi bola setiap sumber cahaya yang melewati cluster serat optik kawat diadakan di sampul plastik yang klip ke bohlam. Biasanya, mereka menyerupai bunga atau desain lainnya yang mengambil keuntungan dari tampilan cluster seperti kabel optik.
Manufaktur
Proses
Manufaktur string kawat

* 1 Sebuah pemasok kawat tembaga memberikan gulungan besar kawat ke produsen lampu liburan. Pembuat cahaya dapat melapisi kawat dalam plastik PVC atau membeli yang sudah dilapisi. Resin plastik digunakan untuk membentuk lapisan kawat mengandung aditif yang membuat plastik tahan sinar ultraviolet (UV) sinar di bawah sinar matahari dan suhu panas atau dingin; senar bisa, karena itu, digunakan di iklim yang paling sepanjang tahun dan dapat dibiarkan di matahari tanpa rincian dari plastik.
* 2 Setiap set cahaya dibuat di seri-paralel konstruksi dengan kabel kembar. Satu kawat dipotong dengan panjang penuh dari string cahaya. Pada salah satu ujungnya, beban steker pas atau dinding cetakan dibentuk untuk kawat; konektor akhir dicetak ke ujung lain dari string. Konektor akhir dibuat jadi lain steker set cahaya dapat ditambahkan ke dalamnya, dan beberapa string dapat dilampirkan satu sama lain. Setiap steker memiliki sekering tiga-amp di dalamnya, jika set terlalu banyak dirangkai, sekering akan meniup sebelum set terlalu panas dan menimbulkan kebakaran.
* 3 Panjang kedua kawat dipasang di 6 in (15,24 cm) segmen panjang dengan pemegang lampu sebagai hubungan antara setiap pasangan segmen. Sebagai contoh, string 100-cahaya akan memiliki 99 dari 6 in (15,24 cm) bagian panjang. Produsen memanggil seluruh djemaah segmen kawat dan pemegang lampu membran. Membran dibuat dengan perakitan tangan. Seorang pekerja mengambil satu 6 in (15,24 cm) segmen dan menempatkan berakhir di sebuah mesin yang strip kawat dengan memotong pergi plastik dari ujung kawat. Sebuah logam tembaga kontak atau flens adalah kontak-dilas ke ujung kawat dengan mesin yang sama.
* 4 Pemegang lampu kecil telah dilakukan dari-cetakan injeksi plastik, sekali lagi oleh produsen atau pemasok khusus. Akhir dari kawat dengan flens logam dipasang ke dudukan lampu. Hal ini didorong ke tempatnya, dan flens terpasang pada dudukan lampu. Lain 6 in (15,24 cm) kawat tangan dipasang ke sisi lain dari dudukan lampu, waktu ini, akhir dilucuti dari kawat tanpa flens tembaga didorong pas ke dudukan lampu. Akhir bergelang kawat yang masuk ke lain dudukan lampu dan sebagainya.
* 5 Ketika 6 in (15,24 cm) segmen telah terhubung kepada pemegang lampu, kabel tersegmentasi dipasangkan dengan kawat terus menerus. Kedua segmen pada ujung satu string yang dipasang ke dalam pas beban (dinding plug) dan konektor akhir seperti ujung-ujung kawat yang terus menerus. String ganda ini kemudian dibawa ke mesin memutar yang berputar dua kabel bersama-sama sehingga mereka akan mudah untuk string pada pohon atau aplikasi lain tanpa gapping terpisah. Bola lampu akan ditambahkan ke string dalam perakitan akhir sebelum kemasan.

Pembuatan bola lampu

* 6 Para bola lampu dibuat di sebuah pabrik yang berbeda di mana mereka diproduksi oleh miliaran. Setiap bola kecil hanya menggunakan 600 milliamps listrik, arus listrik yang sangat rendah dibandingkan dengan jenis lain dari bola lampu yang lebih besar. Kaca modul khusus
Bola cahaya yang digunakan dalam pembuatan lampu liburan dibuat di meja melingkar. Meja berputar, dan, ternyata, setiap modul kaca diolah menjadi bola selesai. Pertama, modul dipanaskan, maka ditiupkan ke dalam bentuk bola. Karena terus di jalan melingkar nya, filamen dan elemen ditambahkan ke bagian dalam bola lampu. Kaca panas terjepit ke disegel, tetapi, sesaat sebelum disegel, vakum diterapkan pada bola lampu untuk menghilangkan oksigen. Langkah ini tepat dilakukan agar kekosongan di dalam bohlam akan benar untuk filamen lampu berfungsi.

The light bulbs used in the manufacture of holiday lights are made at a circular table. The table rotates, and, as it turns, each glass module is processed into a completed bulb. First, the module is heated, then it is blown into the bulb shape. As it continues on its circular path, the filaments and elements are added to the inside of the bulb. The hot glass is pinched down to be sealed, but, just before it is sealed, a vacuum is applied to the bulb to remove the oxygen. This step is precisely done so the vacuum inside the bulb will be correct for the lighting filament to function.
Bola cahaya yang digunakan dalam pembuatan lampu liburan dibuat di meja melingkar. Meja berputar, dan, ternyata, setiap modul kaca diolah menjadi bola selesai. Pertama, modul dipanaskan, maka ditiupkan ke dalam bentuk bola. Karena terus di jalan melingkar nya, filamen dan elemen ditambahkan ke bagian dalam bola lampu. Kaca panas terjepit ke disegel, tetapi, sesaat sebelum disegel, vakum diterapkan pada bola lampu untuk menghilangkan oksigen. Langkah ini tepat dilakukan agar kekosongan di dalam bohlam akan benar untuk filamen lampu berfungsi.
diproses mengandung jumlah yang tepat dari kaca untuk lampu yang bergetar ke dalam slot pada sebuah meja bundar. Meja berputar, dan, ternyata, setiap modul kaca diolah menjadi bola selesai. Operasi yang berbeda ditempatkan di sekitar meja seperti penanda jam pada sebuah jam. Pertama, modul dipanaskan, maka ditiupkan ke dalam bentuk bola.
* 7 Karena terus di jalan melingkar nya, filamen dan elemen ditambahkan ke bagian dalam bola lampu. Filamen merupakan logam subassembly yang telah prefabrikasi dan yang akan bersinar dan menghasilkan cahaya ketika listrik diterapkan pada lampu. Salah satu elemen dalam filamen adalah shunt di dasar filamen, jika istirahat filamen, shunt turun ke tempatnya dan menyelesaikan sambungan listrik yang sebelumnya dibuat oleh filamen bekerja. Sambungan listrik selesai membuat string lampu operasi ketika itu istirahat filamen tunggal dan bohlam nya tidak menyala.
* 8 Kaca panas terjepit ke disegel, tetapi, sesaat sebelum disegel, vakum diterapkan pada bola lampu untuk menghilangkan oksigen. Langkah ini tepat dilakukan agar kekosongan di dalam bohlam akan benar untuk filamen lampu berfungsi. Akhirnya disegel, dan dua kabel yang ditekan ke dalam gelas panas. Bola, jadi jelas dipaksa keluar dari slotnya di atas meja setelah mereka telah menyelesaikan putaran penuh meja, dan modul lain dari kaca turun ke dalam slot yang untuk memulai proses lagi.
* 9 Bola kaca bening yang lengkap, tapi bola berwarna harus dicat. Magnet mengambil bola yang akan dicat dengan tetap berpegang pada kabel yang menonjol dari dasar dari umbi. Garis magnetik feed lampu melalui terowongan cat; semua bola lampu pada satu baris yang dicat dengan warna yang sama. Mereka dibiarkan kering kemudian disimpan di sebuah kotak untuk diproses lebih lanjut.
* 10 Di jalur perakitan, dasar plastik ditambahkan dengan lampu. Dasar telah dibentuk dengan pencetakan injeksi agar sesuai dengan pemegang lampu untuk berbagai produsen tertentu dari lampu. Majelis pekerja garis memberi makan dua kawat mencuat dari bagian bawah bola lampu ke dasar plastik dan lipat dua kawat dengan tangan terhadap sisi dasar mana mereka akan melakukan kontak dengan flens logam di dudukan lampu. Tempat sampah dari lampu selesai pada basis akan ditransfer ke pabrik tempat senar kawat dirakit menunggu.

Perakitan dan kemasan

* 11 Bola dimasukkan ke dalam pemegang lampu dengan tangan. Senar selesai dilipat ke dalam pola yang benar agar sesuai dengan memasukkan nampan plastik, dan mereka dipasang ke dalam baki. Baki disampaikan ke baris pengujian akhir, dan set setiap terpasang untuk mengkonfirmasi bahwa lampu.

Kawat tembaga digunakan dalam pembuatan lampu liburan. Gulungan kawat yang dilapisi dengan plastik PVC yang tahan terhadap sinar matahari dan suhu panas atau dingin. Pembangunan seri-paralel dibuat dengan kawat kembar. Satu kawat dipotong dengan panjang penuh dari string cahaya. Pada salah satu ujung, steker dinding dibentuk untuk kawat; konektor akhir dicetak ke ujung lain dari string. Panjang kedua kawat dirakit dengan pemegang lampu sebagai link antara setiap pasangan segmen. Kabel yang terhubung dengan kontak logam tembaga atau flens yang kontak-dilas (dipanaskan dan menyatu) untuk kawat.

Copper wire is used in the manufacture of holiday lights. Spools of wire are coated with PVC plastic that is resistant to sunlight and to hot or cold temperatures. The series-parallel construction is made with twin wires. One wire is cut to the full length of the light string. At one end, the wall plug is molded to the wire; the end connector is molded to the other end of the string. The second length of wire is assembled with the lamp holders as the links between each pair of segments. The wires are connected with a copper metal contact or flange that is contact-welded (heated and melded) to the wire.
Kawat tembaga digunakan dalam pembuatan lampu liburan. Gulungan kawat yang dilapisi dengan plastik PVC yang tahan terhadap sinar matahari dan suhu panas atau dingin. Pembangunan seri-paralel dibuat dengan kawat kembar. Satu kawat dipotong dengan panjang penuh dari string cahaya. Pada salah satu ujung, steker dinding dibentuk untuk kawat; konektor akhir dicetak ke ujung lain dari string. Panjang kedua kawat dirakit dengan pemegang lampu sebagai link antara setiap pasangan segmen. Kabel yang terhubung dengan kontak logam tembaga atau flens yang kontak-dilas (dipanaskan dan menyatu) untuk kawat.
* 12 Set diuji dalam nampan mereka disampaikan ke departemen kemasan. Perhatian label dibungkus sekitar akhir steker setiap string, nampan diletakkan di kotak layar kardus, lembar instruksi dengan informasi manufaktur dan keselamatan ditambahkan ke kotak, dan kotak disegel. Kotak-kotak individu yang dikemas dalam karton pengiriman dengan set lain untuk pengiriman luar negeri untuk pusat distribusi.

Quality Control

Berkualitas aditif UV, resin plastik, kawat tembaga, dan kaca dipilih untuk membuat lampu yang akan berlangsung selama bertahun-tahun penggunaan. Industri string kawat dipantau terus menerus oleh para pekerja perakitan. Proses pembuatan bola diperiksa ketika bola dipaksa keluar dari meja bundar di mana mereka dibentuk dan dilengkapi dengan filamen. Lampu Painted diperiksa lagi setelah proses pengecatan. String yang selesai diuji setelah semua bola lampu telah terpasang pada tempatnya dan string yang telah dikemas dalam baki insert. Tes terdiri dari pencahayaan sebenarnya string. Underwriters Laboratories (UL) juga menetapkan standar untuk pembuatan lampu liburan dan hendak menguji mereka dan untuk kualitas dan keselamatan.
Produk samping / Limbah

Produsen lampu liburan membuat segala macam set termasuk set lampu jelas dan berwarna, set dengan berbagai jumlah umbi, jala string gaya, lampu es, set dengan bohlam mencakup dalam berbagai menakjubkan gaya, dan pencahayaan libur lainnya produk.

Limbah terdiri dari lampu pecahan kaca, plastik pengupasan dari kabel, rusak kemasan nampan plastik, patah pemegang lampu plastik dan hiasan dari mereka, dan potongan kawat tembaga. Semua jumlah kecil, dan semua bahan dapat didaur ulang.
Masa Depan

Produsen liburan-produk terkait tahu bahwa tren dalam produk ini biasanya berlangsung tiga sampai lima tahun. Perada dan kaca ornamen yang keluar dari gaya sampai pertengahan 1990-an ketika mereka mengalami kebangunan. Lampu senar juga mengalami kelahiran kembali mereka sendiri dan sangat populer untuk digunakan di kebun dan rumah-rumah sebagai aksesoris sepanjang tahun, bukan hanya dekorasi liburan. Penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan berupaya untuk memproduksi lampu terang. Berteknologi tinggi titanium dan filamen tungsten yang dalam tahap pengembangan, pada tahun 1999, untuk membuat lampu miniatur yang dua kali lebih terang seperti apa yang sebelumnya diproduksi. Seperti produk lainnya, tren dan permintaan populer akan phase out produk yang ada dalam popularitas dan memperkenalkan yang baru untuk mencerahkan pihak, dekorasi, dan hari libur jauh ke masa depan.
Dimana untuk Mempelajari Lebih Banyak
Buku-buku

Rogers, Barbara Radcliffe. Natal Katalog Utuh. Los Angeles: Harga Stem Sloan, 1988.

Snyder, Phillip V. Buku Pohon Natal. New York: Penguin Books, 1977.
Lain

Brite Bintang Company, Inc http://www.britestar.com/.

 

 

 

 

Tags